Kronologis Peristiwa Monas Ahad 1 Juni 2008

ImageApa sesungguhnya yang terjadi pada Ahad 1 Juni 2008? Media massa rame-rame menyudutkan Fron Pembela Islam (FPI). Sebuah stasiun dalam siarannya menyebut dalam sub titel Kekerasan FPI. Sang presenter yang jelita menyebut FPI sebagai pembuat onar. Tak hanya itu, tayangan FPI yang menertibkan tempat maksiat diputar kembali. Sementara kerja keras FPI dalam membantu korban bencana alam tak disinggung

Faktanya, Ahad, 1 Juni 2008 massa Islam di bawah bendera Komando Laskar Islam berkumpul melakukan aksi menolak kenaikan BBM. Aksi itu menuju Istana Jakarta di bawah komando Munarman. Untuk jelasnya silakan buka website resmi HTI . Di antaranya peserta aksi adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.

Demo ini sudah mendapat izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapi dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncul kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB)yang notabene pro Ahmadyah.

Seperti dilansir siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. Dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.

Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan AKK-BB ini di wilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan “Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb.

Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB

Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan di dalam kegiatan demo BBM Ahad 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul Ulama dan elemen-elemennya sehingga FITNAH perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah. Wallahu A’lam Bisshowab.

Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.
Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid Dakwah.

Sumber:
http://fpipetamburan.blogspot.com/2008/06/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008.html

One thought on “Kronologis Peristiwa Monas Ahad 1 Juni 2008

  1. Sebenar bisa diselesaikan dengan hati2 dan sabar, siapa yg panas duluan itulah yg memulai. Dalam hal ini kekerasan yg dilakukan FPI terutama pada kejadian sebelumnya sudah melangkahi wewenang aparat keamanan yg nota bene merekalah yg menjalankan tugasnya. Jangan diselesaikan dengan kekerasan. Khan bisa minta bantuan polisi untuk menyelesaikannya. Kalo dah main pukul, tendang dsb seperti yg kita lihat di TV khan malah membuat citra buruk. Dan masyarakat dengan mudah memvonis bahwa ini sudah nggak bener dan dibenci.
    Jaman suharto dulu yg beginian nggak ada deh kayaknya. coba aja dipikir…!!! Setelah era suharto banyak yg menyalah gunakan kata arti dari demokrasi. Makanya sedikit saja FPI melakukan kekerasan akan menimbulkan kebencian dimata masyarakat. Jika memang ingin menegakkan keadilan kita khan ada jalur yg bisa ditempuh. Belajarlah sedikit dewasa jangan hanya mengatas namakan suatu organisasi/agama bisa mengendalikan keadaan dengan kekerasan. Mau dikemanakan bangsa ini. Negara lain akan ketawa melihat begini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s