12 Maret 2009 : Refleksi 27 Tahun

Kamis, 12 Maret 2009, seorang pemuda asal Aceh tepat berusia 27 tahun. Namanya Teuku Farhan Alian. Dia ingin sedikit berbagi kepada dunia mengenai pengalaman pada tahun terakhir yang pernah ia jalani, tahun 2008, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi semua orang khususnya bagi dirinya sendiri. Tahun tersebut Insyaallah (dengan izin Allah swt) adalah tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Mulai dari prestasi keluarga,karya dan karir. Seingatnya, pada tahun tersebut beberapa target telah berhasil dia lewati.

Keluarga

Alhamdulillah (Puji Syukur kepada Allah swt) tahun ini, dia dikarunia anak kedua, seorang putri hasil kolaborasi Aceh-Sunda, seorang putri cantik dan diberi nama oleh Abuchiknya (Adik Ipar Ibunya) dengan nama Cut Raudhatul Jannah, nama itu hasil penyempurnaan dari nama sebelumnya yakni Cut Nyak Raudhah. Pada tahun ini pula, genap 2 tahun usia pernikahannya. Dan tahun ini juga, target pulang kampung halaman istrinya, Bandung tercapai sudah.

Karya

Hmm…ini yang paling sulit, karena berkarya untuk umat manusia adalah salah satu cita-citanya terbesar. Menurutnya, sebuah karya yang bermanfaat dan bermartabat tidak lepas seberapa besar hubungannya dengan Yang Maha Pencipta Karya, Allah swt. Blog ini adalah salah satu karyanya,blog ini juga dan blog ini. Sebuah karya yang tak lapuk dimakan zaman merupakan hasil dari sebuah visi dan misi yang dijalani dengan konsisten. Inilah yang sedang dia cari selama bertahun-tahun di dalam hidupnya, namun tidak semudah itu untuk menemukannya, diakui olehnya, sampai detik ini, dia masih belum menemukan visi dan misi yang benar-benar ingin dia jalani dalam menjalani sisa hidupnya yang tersisa sekitar 38 tahun ke depan. Hanya prinsip sabar dan syukur sajalah yang selama ini menjadi pegangan hidupnya, namun baginya itu belum cukup. Dia masih memendam perasaan dan pemikiran mendalam tentang visi dan misi hidupnya karena ia yakin manusia tidak hanya diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna namun dapat mengisi hidupnya dengan sempurna pula.

Salah satu keinginan paling dekat yang perlahan mulai timbul dan dijalaninya saat ini adalah ingin menjadi penulis dan menjadi pengajar. Syukur, sebagian sudah terlaksana. Mulai belajar melalui media blog dan menjadi pengajar di salah satu institusi swasta. Iri rasanya ketika melihat, membaca dan mendengar karya-karya yang dipersembahkan oleh para penduduk bumi yang terkadang membuat tercengang sampai menggelengkan kepala. Karya Stephen Chow yang membuat Film CJ7 sebuah film yang sangat menggugah dan menyampaikan pesan berharga bagi dunia pendidikan dan keluarga. Kisah dan karya Muhammad Yunus dalam menerapkan ekonomi Islam yang meraih penghargaan nobel di bidang ekonomi, yang dianggap oleh sebagian penduduk bumi sebagai salah satu penghargaan bergengsi di dunia. Mark Zuckenberg yang secara mengejutkan mampu menyihir jutaan penduduk bumi untuk bergabung dalam website jejaring sosial buatannya, Facebook, sehingga menjadikannya sebagai salah satu pemuda terkaya dunia. Tidak lupa Andy F Noya dengan program acara inspiratifnya, Kick Andy, yang rela sign out dari Metro TV untuk fokus pada program acara yang dirintisnya itu. Fuiih…mereka telah mempersembahkan karya-karya yang luar biasa dalam hidupnya.

Karir

Dalam hal karir, banyak hal menarik yang ingin dia sampaikan. Karena karir merupakan tujuan sebagian besar penduduk bumi sebagai alat penahan perut. Kalau bicara soal karir, dia lebih suka mengaitkan dengan pernikahan. Mungkin, bagi sebagian besar pemuda seusianya, menikah pada usia 25 tahun dianggap tabu dengan berbagai macam alasan, mulai dari boro-boro mikirin nikah, buat sendiri aja belum cukup, nikah muda hanya akan menambah beban keluarga karena bisa aja nanti belum punya pekerjaan atau di phk atau ada juga yang berfikir, menikah terlalu dini akan menghambat kesenangan hidup, khawatir kebebasan bergaulnya akan dibatasi, tidak bisa menikmati hidup semau gue, dan lagi mungkin ada yang sampai berfikir, nikah muda hanya sok-sok an aja, nanti juga cepat cerai, soalnya masih darah muda, masih panas.

Tapi jangan salah, bagaimana jika ada sebagian yang berfikir sebaliknya, misalnya semakin lama menikah akan semakin menyesal karena begitu banyaknya keuntungan nikah muda, lebih cepat menikah semakin cepat berhasil dalam hidup bahkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan orang tua dan saudara, kebahagiaan hidup akan lebih menyenangkan dan tak dapat tergantikan dengan kesenangan apapun dengan hadirnya anak, silaturahmi dan pergaulan semakin luas karena tidak hanya bergaul dengan yang belum menikah tapi juga disegani oleh orang yang sama-sama sudah menikah bahkan oleh atasan sekalipun, tanggung jawab lebih besar otomatis lebih matang dalam menyikapi hidup dan masalah.

Kembali ke karir, awal tahun 2008 sejak memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya karena bertentangan dengan metode kerja atasan yang dianggap tidak bijak dalam mengambil keputusan dan hal lain yang sudah lupa dari ingatannya, dia kembali beraksi dengan hobi wirausahanya dengan menjadi distributor salah satu produk teknologi informasi. Ada cerita menarik disini, saat akan memenuhi syarat menjadi distributor yang mengharuskannya memiliki modal 15 juta rupiah, hatinya bimbang karena dia tidak memiliki modal sebanyak itu, tabungannya tidak pernah lebih dari 5 juta, apalagi 15 juta. Akhirnya, untuk pertama kalinya dia mengambil resiko dan memecahkan rekor prinsip yang dipegangnya yakni “anti hutang” dengan terpaksa harus berhutang kepada keluarga terdekat dan sanak saudara. Cukup kecewa dengan salah satu sanak saudara yang kaya raya yang enggan membantu hutang, malah yang membantu berhutang adalah sanak saudara yang kehidupannya sederhana jauh dari kesan orang kaya raya.

Dia membuat janji dengan pemberi hutang, 1 bulan akan dilunaskan karena dia masih memegang prinsip “Takut dan Anti Hutang”. Setelah mengolah bisnisnya di salah satu pameran komputer dan cukup sukses dengan omzet 15 juta lebih, omzet tersebut cukup untuk melunaskan hutangnya dan kurang dari jangka waktu 1 bulan yang telah dijanjikannya. Sebuah pengalaman berharga baginya, bagi seorang pebisnis memang harus menempuh salah satu resiko berhutang.

Pada bulan kedua tahun 2008, mendadak atasan yang lama memanggil kembali untuk bekerja pada posisi yang berbeda sesuai dengan backgroundnya di bidang IT sebagai tenaga outsourcing, selama 11 bulan selanjutnya dengan honor bersih tanpa asuransi 3-4 juta / bulan cukup untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Namun, dia menyayangkan dengan honornya itu dia belum bisa menciptakan jaringan bisnis yang lain sampai akhir masa kerjanya.

Pada tahun 2008 ini pula, cita-citanya menjadi pengajar juga terwujud. Menjadi pengajar mata kuliah Aplikasi komputer, pengantar teknologi informasi dan kewirausahaan telah dijalaninya pada salah satu sekolah tinggi informatika di Banda Aceh. Mengajar dalam kondisi terbatas, melayani 50 mahasiswa dengan 20 unit komputer dan 90 menit jam pelajaran, manajemen lab komputer yang kurang baik, silabus yang kabur, menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, seorang pengajar tidak cukup hanya dengan memberi materi, kuis dan ujian final namun lebih dari itu, dalam proses belajar mengajar mengajak mahasiswa untuk memiliki impian yang jauh ke depan dan moral yang benar adalah salah satu misi yang sepatutnya harus dimiliki setiap pengajar. Sekolah atau kampus merupakan rumah kedua bagi mereka. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya berapa di sekolah/kampus, alangkah ruginya jika seorang pengajar hanya memberikan pendidikan formal tanpa menyelipkan pendidikan moral di dalamnya dalam rangka membangung generasi bangsa yang memiliki pribadi yang matang dan disegani oleh bangsa lain, jangan sampai dipecundangi oleh bangsa lain. Sistem belajar 9:1 atau 90 persen ilmu ada di luar kelas dan 10 persennya ada di dalam kelas sepertinya patut menjadi acuan bagi sistem pendidikan kita, karena apa yang sebenarnya mereka dapatkan di kelas itu sangatlah sedikit dibandingkan dengan apa yang diterima dan diperoleh di luar kelas.

Berkenalan dengan Linux, salah satu open source software yang populer saat ini juga merupakan pengalaman yang luar biasa menyenangkan, perkenalan dan penguasaan instalasi Linux ini tidak lepas dari pakar-pakar linux Aceh yang sudah terlebih dahulu menggunakannya, mereka adalah Ahmad “Kakashi” Haris, Arif “Hadinux”, Ali “Einstein”, Zahrul “Einstein” Maizi, Ferry “Suse”, Nasrullah “Brekele”, Anas “Lenovo”,Iqbal “El Dani”, bravo buat mereka. Mereka adalah sebagian dari sosok pemuda Indonesia yang memiliki masa depan cemerlang dan pantas menjadi teladan bagi pemuda lain, yang masih menyia-nyiakan hidupnya hanya dengan buaian-buaian kosong, pacaran yang hanya menghabiskan energi dan uang.

Pada tahun 2008 pula, pas 7 tahun dia berhenti merokok, tepatnya tanggal 1 bulan 1 tahun 2001, dia berkomitmen untuk berhenti walaupun tidak kecanduan. Menurutnya, Racun yang satu ini memang telah menjadi momok dan menyihir sebagian besar penduduk Indonesia, tanpa batasan strata sosial,agama,ras dan golongan. Artinya, intelektualitas penduduk Indonesia di injak-injak, akal sehat seakan menjadi barang paling murah bahkan barang gratisan, kesehatan yang merupakan harta paling mahal sepanjang masa dikorbankan hanya dengan racun seharga 500 rupiah, ironis sekali, apakah ini pertanda semakin dekatnya kiamat, ketika akal sehat di injak-injak dan naluri kebinatangan semakin mendominasi watak manusia. Coba bayangkan, semua orang tahu dari anak kecil sampai tua jompo tahu bahaya rokok namun sedikit sekali yang berani melawan kebiadaban asap rokok yang tak kenal mangsa. Ajaibnya, walaupun perokok dan “korban” perokok tahu akibatnya, tetap saja kedua subjek ini tak mampu berkutik, terlebih “korban” perokok yang harus rela menghirup asap racun rokok dengann alasan tetap menjaga silaturahim, tidak dianggap sombong oleh warga kampung penghisap racun rokok, bukankah ini tindakan konyol dan sama saja dengan bunuh diri secara perlahan. Akal sehat benar-benar di injak-injak.

Menurutnya pula, kesehatan adalah investasi dan topik kesehatan adalah salah satu prestasi karirnya. Dia ingin tetap produktif pada usia 50 tahun, karena menurut sebuah penelitian efek buruk rokok ternyata tidak langsung terasa oleh penghisap maupun yang terhisap, dampak buruknya terasa pada 25 tahun yang akan datang. Bisa dibayangkan, berapa banyak Sumber Daya Manusia yang mati sia-sia dan seharusnya bisa hidup lebih panjang untuk berkarya bagi bangsa namun mati konyol lebih cepat. Barangkali ada yang menjawab, “ahh…mati itu kan urusan tuhan, kalo sudah waktunya kan juga mati…”. Baginya, jawaban itu sangat lucu,dangkal dan menunjukkan wawasannya yang sempit tentang Tuhan.

Sederhananya begini, orang tersebut baru ingat Tuhan kalau ada seseorang menghalang-halangi egonya (baca.menghisap racun rokok), tapi kalo egonya di diamkan, sedetik pun mungkin tidak pernah terlintas Tuhan di dalam benaknya, aneh bukan? yang lucunya lagi, para penghisap racun ini peka terhadap buruh rokok dan membela mereka untuk membela kebiasaan menghisap racun yang telah menjadi hidup mati, darah daging dan anak kandungnya sendiri.

Lagi-lagi, akal sehatnya hilang, pernahkah kita mendengar buruh rokok kaya raya, bahkan dikabarkan buruh rokok merupakan buruh yang paling sering menjalani pemeriksaan paru-paru. Penghisap racun ini pura-pura dan tutup mata kalau pemilik industri rokok di Indonesia masuk dalam jajaran 5 besar orang terkaya di Indonesia dan salah satunya, Putra Sampoerna memiliki sebuah casino atau pusat judi di Las Vegas, luar biasa bukan prestasi penghisap racun Indonesia, berhasil berdonasi untuk sebuah pusat judi di Las Vegas dan bangga Indonesia bisa kaya raya dengan produk racun rokok dan mengorbankan jutaan anak mengidap TBC, penyakit jantung, kelainan fungsi otak dan hati demi menyumbang pajak melimpah untuk Indonesia Raya. Bukan main, adakah orang sehat akalnya hanya memikirkan cara yang buruk untuk memperoleh keuntungan melimpah dengan mengorbankan jutaan orang mati karena racun rokok?

Kenapa setiap menulis…..rasanya tidak pernah bisa berhenti ya……to be continued

SPONSORS>>>
***Ebook Gratis >>> Dapatkan Ebook Gratis “Wawancara special dengan salah satu pakar blog Indonesia” dengan mengirimkan komentar bermutu di blog ini dan menyertakan alamat email untuk dikirimkan ebook gratis ini. Persediaan Terbatas.

SPONSORS >>>
Klik Disini

2 thoughts on “12 Maret 2009 : Refleksi 27 Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s