Contoh Penanganan Qurban di Desa Blangkrueng,Aceh Besar

Foto : gemabaiturrahman.com


Prihatin dengan berita di berbagai media tentang proses pembagian qurban yang sampai menimbulkan korban mulai anak-anak sampai tua renta membuat saya ingin berbagi pengalaman penanganan qurban di Desa Blangkrueng, Aceh Besar. Desa ini bertetangga dengan Desa tempat saya tinggal, Tanjung Selamat. Informasi ini saya proleh dari salah seorang panitia qurban bagian pemotongan.

Desa blangkrueng memiliki lebih dari 600 KK (red.kepala keluarga) dan proses pembagian daging qurban dibagi berdasarkan data KK yang telah tercatat oleh geuchik (red.kepala desa). pada qurban kali ini, jumlah hewan qurbannya mencapai 11 ekor lembu dan 1 ekor kambing.jumlah panitia yang terlibat mencapai 300 orang…wow,banyak amat ya.pasti warganya kompak.bahkan masing-masing panitia membawa peralatannya sendiri seperti pisau untuk menyembelih dan memotong hewan qurban menjadi potongan kecil.masing-masing kantong daging qurban berisi sekitar 2.5 kg (banyak juga ya dibandingkan berita di media ada yang memperebutkan daging yang cuma 1/4 kg).semua dibagi rata yang kaya dan miskin.yang menarik,ada seorang kaya yang dipanggil untuk menerima jatah daging qurban kemudian setelah diterima, si kaya ini memberikannya kembali kepada panitia.kemudian panitia mencoret nama si kaya tersebut sebagai tanda dagingnya masih ada namun tidak diterima oleh si penerima.kemudian daging qurban yang diberikan kembali oleh si kaya tersebut di bagikan bagi warga miskin. perlu anda tahu, desa blangkrueng ini dulunya terkenal rawan pada masa konflik GAM dan RI. suara letusan senjata dan bom yang menggetarkan jendela rumah saya sering terdengar.alhamdulillah sejak damai,desa ini sudah aman namun masih banyak warga miskin.

Kembali ke topik awal.lalu bagaimana dengan panitia,apakah ada hak daging qurban untuk panitia disitu.tentunya ada.bagaimana dengan kepala lembu yang mencapai 11 kepala danbagaimana pula dengan kulitnya.kulitnya dijual dan uangnya dibagikan kepada si miskin.sementara kepalanya atas izin para donatur yang berkurban akhirnya dimasak oleh panitia beserta 3 goni beras dan dimakan bersama-sama dengan masyarakat.alhamdulillah,tidak ada yang bersisa.masyarakat pun tidak ada yang saling mencela karena semuanya terbagi rata dan adil.

Menurut saya,contoh penanganan qurban di desa blangkrueng ini sangat menarik untuk diambil pelajaran yang mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi agar penanganan pembagian qurban lebih tertib dan adil serta tidak sampai menimbulkan korban jiwa.semoga bermanfaat🙂 /tfa

One thought on “Contoh Penanganan Qurban di Desa Blangkrueng,Aceh Besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s