bimtek kominfo technopreneur

PIDIE (UMMAT Pos) — Adab menempati urutan teratas dari syarat kompetensi ideal yang wajib dimiliki seorang pengusaha. Dengan adab yang luhur, maka syarat lainnya seperti kreatif, visioner, berjiwa kepemimpinan dan lainnya akan lebih terarah dan lebih bermanfaat.

Hal di atas diungkap Teuku Farhan, Praktisi IT saat berbicara dalam Seminar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi angkatan kerja muda yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pusat bekerjasama dengan Kominfo Pidie di Grand Blang Asan Hotel, Jalan Tengku Chik Ditiro No. 6 Sigli pada Sabtu, (1/9/2018).

Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT) Aceh ini lebih lanjut menjelaskan sejumlah sikap lain yang semestinya dimiliki oleh pengusaha dalam menjawab tantangan persaingan hari ini. Diantaranya adalah fleksibel dan pantang menyerah jika menghadapi kegagalan, mampu belajar dari kesalahan, memahami passion atau hasrat terdalam dari pengusaha itu sendiri serta berani mengambil resiko dengan keluar dari zona nyaman.

“Walau pengusaha tak butuh sertifikasi, semoga menjadi motivasi untuk belajar di perusahaan besar, dan kelak beralih profesi jadi pengusaha berbasis teknologi,” Ungkap Teuku Farhan kepada Ummat Pos.

“Selain untuk mendapatkan sertifikasi, (kegiatan tersebut) bisa juga sebagai ajang pertemuan bagi pelaku di bidang TIK untuk saling memberi ilmu dan pendapat,” katanya menambahkan.

Acara yang digelar sebagai pembekalan untuk calon pengusaha berbasis Teknologi ini mendapat respon yang cukup baik dari para peserta.

Salah seorang peserta seminar, Muadzin (24) Alumni Teknik Informatika Universitas Jabal Ghafur, Sigli, mengatakan bahwa menjadi entrepreneur atau pelaku usaha khusus bidang TIK merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bangsa ini khususnya Aceh.

“Jadi walaupun mepunyai sertifikat tidak semena-mena atau berkeinginan untuk menjadi pegawai tapi menjadi pelaku usaha atau entrepreneur khusus bidang TIK karena perkembangan industri ke depannya TIK adalah modal utama,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Harzukil (25), alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe asal Blangjruen, Aceh Utara mengatakan materi yang disampaikan cukup bagus.

“Di materinya saya mendapatkan berbagai macam motivasi yang dapat mendongkrak semangat saya dalam berkarier dan bersaing didunia kerja agar lebih baik lagi terutama bagi pecinta dunia IT, selain itu kita juga didorongkan agar lebih kreatif dalam berwirausaha dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

[Faisal/Ummatpos]