Wasiat Pemimpin Terbaik Dunia Sebelum Wafat

Sultan Muhammad Al Fatih (Wafat sia 49 tahun, 30 Maret 1432 M – 3 Mei 1481 M)
  1. Aku sudah diambang kematian. Tapi aku berharap aku tidak khawatir, karena aku meninggalkan seseorang sepertimu.
  2. Jadilah seorang pemimpin yang adil, shalih dan penyayang.
  3. Utamakanlah rakyat yang menolongmu tanpa diskriminasi (pilah pilih).
  4. BEKERJALAH untuk MENYEBARKAN ISLAM. Karena sesungguhnya itu merupakan kewajiban para penguasa di muka bumi.
  5. Dahulukan kepentingan urusan agama di atas segala-galanya.
  6. Janganlah kamu jemu dan bosan untuk terus menjalaninya.
  7. Janganlah engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar, dan yang tenggelam dalam dosa.
  8. Jauhilah olehmu bid’ah yang merusak dan jauhilah orang-orang yang menghasutnya.
  9. Jagalah setiap jengkal tanah Islam dengan jihad.
  10. Jagalah harta Baitul Maal dari orang-orang yang ingin mengacaukannya.
  11. Janganlah sekali-kali tanganmu mengambil harta rakyatmu kecuali dengan cara yang benar sesuai ketentuan islam.
  12. Pastikan mereka yang lemah mendapatkan jaminan kekuatan darimu.
  13. Berikanlah penghormatanmu untuk siapa yang memang berhak.
  14. Ketahuilah, sesungguhnya para ulama adalah tembok kekuatan bagi Negara, maka muliakanlah mereka. Semangati mereka. Bila ada dari mereka yang tinggal di negeri lain, hadirkanlah dan muliakanlah mereka. CUKUPILAH keperluan mereka.
  15. Berhati-hatilah, waspadalah, jangan sampai engkau tertipu oleh harta dan kekuatan tentara mu!.
  16. Takutlah jika kalian dijauhkan oleh para ulama yang ahli dalam hukum syariat!
  17. Jangan sampai engkau cenderung kepada pekerjaan yang bertentangan dengan ajaran islam. Karena sesungguhnya agama itulah tujuan kta, hidayah itulah jalan kita. Dan oleh sebab itu kita dimenangkan.
  18. Ambillah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut kecil. Lalu Allah memberi nikmat yang besar ini. Maka tetaplah di jalan yang telah aku lalui.
  19. Bekerjalah untuk memuliakan agama Islam ini, menghormati umatnya.
  20. Janganlah engkau hamburkan uang negara, berfoya-foya, dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran.”

Selesai berwasiat Sultan Muhammad Al-Fatih mengucapkan kalimah syahadah lalu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Apa efek dari wasiat ini bagi negeri Turki dan dunia Islam?

klik disini untuk lanjutkan membaca di portal hidayatullah.com

“Kota Konstantinopel (kini Istanbul, Turki) akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan (rakyat) yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”

-Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam

Sumber : Buku Muhammad Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel, Syaikh Ramzi Al-Munyawi, Pustaka Al-Kautsar / Hidayatullah.com

*Diposting pada 5 April 2014 di lama pribadi Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: