Cyber Defense – Pusat Siber Nasional

10/10/2013, pk.08-12.30 diundang mewakili MIT Indonesia, Grand Design Cyber Defense FGD Standardisasi Keamanan Informasi Pertahanan Cyber Nasional. Mewujudkan pembangunan Kemampuan Nasional Cyber Defense Dengan Pembentukan Forum Bersama Pertahanan Cyber Nasional, diselenggarakan oleh Aptikom Aceh dan Kementerian Pertahanan RI, Tempat: Hermes Palace Hotel, Banda Aceh – Indonesia ‪#‎KedaulatanInformasi‬

Peka

Beberapa waktu lalu salah seorang teman saya yang juga satu tim dalam lembaga MIT Indonesia memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Juara II Nasional mewakili Aceh. Bagi saya pribadi, prestasi ini lebih dari sekadar juara tapi juga turut mengharumkan nama Aceh yang beberapa waktu lalu tercemar karena memperoleh “prestasi” Juara II provinsi terkorup se Indonesia. Setiba kembali di kampung halaman, tidak ada penyambutan istimewa untuk teman saya ini sejak di bandara sampai dirumah dan semua berjalan normal seperti biasa, ingat juara nasional lho bersaing dengan 33 provinsi lainnya. Saya pun mengapresiasi dan menghadiahkan kawan saya dengan tenaga yang saya mampu, yakni dengan memperkenalkan kepada media agar profilnya diliput dan mengundang diberbagai program yang diselenggarakan oleh MIT Indonesia seperti Program Mengenal IT di TVRI Aceh dan Program Serambi Techno di Serambi FM. Kami membahas topik yang membuat teman saya ini menjadi Juara Nasional. Selain itu teman-teman di komunitas warung kopi juga mengadakan acara syukuran untuk teman saya ini dengan acara yang bertajuk malam apresiasi teman untuk teman, sekaligus acara nonton bareng di TV Nasional siaran acara penyerahan penghargaan itu. Berbagai karangan bunga ucapan selamat pun terpampang di depan warung kopi. Saya perhatikan,ada yang unik sekaligus janggal plus memprihatinkan. Dari nama-nama orang yang mengirim ucapan selamat, pejabat institusi pendidikan tempat teman saya bekerja ini yang paling tinggi jabatannya hanyalah seorang wakil dekan III, tak ada ucapan selamat dari rektor, dari dekan, dari pimpinan tempat teman saya bekerja, dari gubernur, dari walikota atau pun dari camat. Nah, disinilah kurang pekanya para pejabat dan para tokoh publik yang intelek ini tak menghargai sedikitpun prestasi seseorang yang telah mengharumkan nama daerah dan institusinya. Justru yang mengapresiasi dan peka adalah orang-orang yang selama ini dianggap rendah, preman kampung, orang-orang yg sering nongkrong di warung kopi dan para aktivis. Inilah wajah pemimpin kita. Para pemimpin sudah apatis dan tidak peka lagi terhadap prestasi anak bangsa sebaliknya rakyat kecil saling mendukung. Saya khawatir ke depan, gerakan masyarakat akan menyatu melawan sekumpulan elitis yang congkak dan tak tahu diri ini. Gerakan masyarakat yang berasal dari hati nurani yang tulus dan geram terhadap sikap para elitis yang semakin mementingkan diri sendiri. (bersambung)

Sertifikasi Web Master, Mau?

TeukuFarhan.com – International Web Masters Association (IWA) – iwanet.org adalah lembaga non profit yang mengeluarkan sertifikat untuk standarisasi seorang web master. Sertifikasi ini dibagi kepada 3 kategori :

1. Web Technologies

2. Web Programming

3. Web Graphics and Multimedia

4. Web Business

Selengkapnya lihat disini : http://iwa-hwg.eclasses.org/listcertificates/

Masing – masing sertifikat ini harganya “cuma” $58, murah kan… 🙂 Tapiiiiiiiiiiiii….nah lho. Ada syaratnya. Kamu harus mengikuti dan lulus dalam kursus yang disesuaikan dengan jenis sertifikasi yang kamu inginkan. Jadi, jangan pilih kursusnya tapi pilih sertifikasi apa dulu yang kamu inginkan baru pilih kursus yang ingin diikuti. oh ya, setiap sertifikasi kamu harus mengikuti sekitar 15 kelas kursus dengan topik yang berbeda dan masing-masing kelas rata-rata senilai $200 (non-anggota) dan $100 (anggota), biaya keanggotaan hanya $50 per tahun. Jadi total biaya untuk mendapatkan sertifikasi web master kita pukul rata saja totalnya senilai $1600 atau Rp.16 juta-an. Lumayan kan…masih murahlah untuk sebuah penguasaan skill dan bersertifikat. Saya sih tertarik untuk mencoba sertifikasi Web Business 🙂

Contoh Penanganan Qurban di Desa Blangkrueng,Aceh Besar

Foto : gemabaiturrahman.com

Prihatin dengan berita di berbagai media tentang proses pembagian qurban yang sampai menimbulkan korban mulai anak-anak sampai tua renta membuat saya ingin berbagi pengalaman penanganan qurban di Desa Blangkrueng, Aceh Besar. Desa ini bertetangga dengan Desa tempat saya tinggal, Tanjung Selamat. Informasi ini saya proleh dari salah seorang panitia qurban bagian pemotongan.

Desa blangkrueng memiliki lebih dari 600 KK (red.kepala keluarga) dan proses pembagian daging qurban dibagi berdasarkan data KK yang telah tercatat oleh geuchik (red.kepala desa). pada qurban kali ini, jumlah hewan qurbannya mencapai 11 ekor lembu dan 1 ekor kambing.jumlah panitia yang terlibat mencapai 300 orang…wow,banyak amat ya.pasti warganya kompak.bahkan masing-masing panitia membawa peralatannya sendiri seperti pisau untuk menyembelih dan memotong hewan qurban menjadi potongan kecil.masing-masing kantong daging qurban berisi sekitar 2.5 kg (banyak juga ya dibandingkan berita di media ada yang memperebutkan daging yang cuma 1/4 kg).semua dibagi rata yang kaya dan miskin.yang menarik,ada seorang kaya yang dipanggil untuk menerima jatah daging qurban kemudian setelah diterima, si kaya ini memberikannya kembali kepada panitia.kemudian panitia mencoret nama si kaya tersebut sebagai tanda dagingnya masih ada namun tidak diterima oleh si penerima.kemudian daging qurban yang diberikan kembali oleh si kaya tersebut di bagikan bagi warga miskin. perlu anda tahu, desa blangkrueng ini dulunya terkenal rawan pada masa konflik GAM dan RI. suara letusan senjata dan bom yang menggetarkan jendela rumah saya sering terdengar.alhamdulillah sejak damai,desa ini sudah aman namun masih banyak warga miskin.

Kembali ke topik awal.lalu bagaimana dengan panitia,apakah ada hak daging qurban untuk panitia disitu.tentunya ada.bagaimana dengan kepala lembu yang mencapai 11 kepala danbagaimana pula dengan kulitnya.kulitnya dijual dan uangnya dibagikan kepada si miskin.sementara kepalanya atas izin para donatur yang berkurban akhirnya dimasak oleh panitia beserta 3 goni beras dan dimakan bersama-sama dengan masyarakat.alhamdulillah,tidak ada yang bersisa.masyarakat pun tidak ada yang saling mencela karena semuanya terbagi rata dan adil.

Menurut saya,contoh penanganan qurban di desa blangkrueng ini sangat menarik untuk diambil pelajaran yang mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi agar penanganan pembagian qurban lebih tertib dan adil serta tidak sampai menimbulkan korban jiwa.semoga bermanfaat 🙂 /tfa

Lowongan CPNS KPU Aceh 2010

Info Selengkapnya bisa dilihat di website :

JOBS.Aceh.net

Pusat Lowongan Kerja Terbesar dan Terlengkap di Aceh!

P E N G U M U M A N
Nomor : 01 /KPU-ACEH/X/2010
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI ACEH
TAHUN ANGGARAN 2010

Komisi Pemilihan Umum yang bertugas sebagai Penyelenggara Pemilihan Umum membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia, pria dan wanita, berpendidikan Sarjana (S-1), Diploma III (D-III), untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk ditempatkan di Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, diumumkan sebagai berikut:

A. KUALIFIKASI PENDIDIKAN YANG DIBUTUHKAN:


Memasarkan Wisata Aceh (Promosi di Dunia Maya)

Wed, Jun 16th 2010, 09:13
BEBERAPA waktu lalu, Aceh Green-UNDP dan Aceh IT Center menggagas program pelatihan bertajuk “Peumulia Jamee-Adat Geutanyoe”. Program ini bertujuan meningkatkan kapabilitas dan wawasan para pelaku wisata di Aceh seperti, aparatur pemerintah di Dinas Pariwisata Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang, operator lokasi wisata Aceh, Supir taksi, dan tukang becak.

Tukang becak dibekali materi tatakrama berhadapan dengan turis dan belajar bahasa Inggris dasar. Program yang berlangsung selama 3 hari ini diselenggarakan di Gedung Aceh IT Center (Garuda Theater). Dalam program ini saya juga ikut terlibat sebagai pemateri dengan topik “E-Marketing for Tourism”, bagaimana memasarkan pariwisata Aceh via internet. E-Marketing atau pemasaran menggunakan internet saat ini telah menjadi suatu keharusan dalam mempromosikan produk atau jasa yang ingin ditawarkan.

Setiap hari, pengguna internet semakin bertambah. Dari 6 Milyar penduduk dunia, ada 1,8 Milyar orang sehari-hari menggunakan internet. Di Indonesia sendiri, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah pengguna internet mencapai 30 Juta jiwa (www.internetworldstats.com), dengan pertumbuhan mencapai seribu persen. Lalu, apa pentingnya bagi dunia pariwisata Aceh. Industri Pariwisata adalah salah satu industri yang memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi dan mampu menyerap banyak tenaga kerja baru. Data terakhir menyebutkan, total penerimaan bagi industri pariwisata seluruh dunia mencapai US$ 1.1 trillion atau US$ 3 billion per hari. Amerika Serikat sebagai negara dengan penerimaan paling banyak dari industri pariwisata menerima US$ 94.5 Billion pada tahun 2009 (wikipedia.org). Kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing adalah Paris, disusul dengan Bangkok, Singapore dan Kuala Lumpur pada urutan 3,4 dan 6 mewakili Asia. 87 persen pengguna internet mencari sumber informasi mengenai informasi wisata sebelum memutuskan tempat wisata yang akan dikunjungi (Oxford internet Surveys, June 2009). Data ini menunjukkan, Asia masih menjadi tujuan wisata favorit para wisatawan asing. Dan semua kota tersebut menggandalkan E-Marketing sebagai salah satu ujung tombak strategi promosi pariwisata.

Pariwisata Aceh
Lantas, bagaimana dengan Aceh? Kita bersyukur, Aceh memiliki potensi wisata yang bahkan bisa dikatakan lebih baik diantara kota-kota lain di Asia bahkan Dunia. Terlebih, Aceh pascatsunami menjadi magnet bagi wisatawan asing yang penasaran ingin melihat objek-objek mengagumkan sisa-sisa peninggalan dahsyatnya tsunami. Hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam memeromosikan wisata Aceh lainnya, jangan sampai kita merasa cukup dengan berbangga hati dengan adanya peninggalan tsunami saja tanpa memperdulikan objek wisata Aceh lainnya yang harus turut dirawat dan dipelihara dengan baik. Cukup sudah, kita bicara potensi, potensi dan potensi, saatnya implementasi.

Visa On Arrival
Kita juga senang melihat perkembangan dunia pariwisata Aceh yang didukung oleh pemerintah kota dengan mencanangkan Visit Banda Aceh Year 2011, hal ini ditunjukkan dengan mulai diberlakukannya Visa On Arrival (VoA) sejak Selasa 8 Juni lalu. Dengan diberlakukannya VoA, maka warga asing yang datang dan masuk lewa SIM tidak perlu lagi menghubungi perwakilan Indonesia untuk memohon visa masuk ke Indonesia. Tapi, cukup menunjukkan paspor, visa langsung diberikan oleh petugas Imigrasi. Ini merupakan sebuah prestasi tersendiri karena Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) merupakan yang ketiga yang memberlakukan Voa setelah Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai di Bali.

Kehadiran VoA ini perlu diiringi dengan persiapan matang fasilitas informasi wisata Aceh karena jika terjadi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Aceh dan wisatawan kecewa karena kurangnya informasi yang tersedia bukan tidak mungkin wisatawan enggan berkunjung kembali ke Aceh. Upaya yang cukup baik telah dilakukan oleh pemerintah kota dengan dicetaknya peta objek wisata Banda Aceh terkini dan brosur-brosur seperti brosur kuliner yang disiapkan dengan tampilan yang menarik. Namun, saya cukup prihatin setelah melihat brosur wisata kuliner Aceh, karena alamat website yang tercantum di bawah logo Dinas Pariwisata Aceh adalah alamat website pemerintah kota Banda Aceh, http://www.bandaacehkota.go.id. Ini menunjukkan, pemerintah kota belum siap dalam mempromosikan wisata Aceh alias masih “cilet-cilet”. Bagaimana mungkin, website pemerintah yang biasa digunakan untuk tender melalui internet dan menyediakan informasi seputar kegiatan pemerintah kota dapat menginterprestasikan website pariwisata Aceh. Ini sebuah kelucuan dan terkesan pemerintah kota tidak professional. Website adalah pintu gerbang informasi wisatawan sebelum memutuskan pergi ke suatu tempat yang ingin mereka kunjungi. Even-even lokal yang diselenggarakan pemerintah seperti Festival Perahu, Wind Surfing, Pekan Kebudayaan Aceh seharusnya dipromosikan menggunakan internet agar wisatawan mendapat informasi event-event menarik yang diselenggarakan di Aceh.

Sinergi Sektor Lokal
Kita bersyukur, peran masyarakat dalam membantu peran pemerintah dalam memajukan pariwisata Aceh melalui internet sangat besar walau para sektor lokal ini tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Sebut saja, website Aceh.Net yang populer pada mesin pencari google.com dengan kata kunci “Aceh”, “Visit Aceh” dan “Aceh Tourism”, website ini dapat menginterprestasikan pusat informasi pariwisata Aceh karena contentnya yang lengkap dan berbahasa Inggris. Atau website TravelAceh.Com, satu-satunya blog yang turut mempromosikan pariwisata Aceh dan juga akrab dengan mesin pencari Google.com dengan kata kunci “Travel Aceh”, “Visit Aceh”. Dan masih banyak lagi sektor swasta (private sector) yang bergerak memajukan Aceh seperti Hotel Hermes Palace (hermespalacehotel.com), thepade.com, grandnanggroe.com, acehblogger.com, aceh-adventure.org, gunung-leuser-trek.net, acehtrip.com, acehtours.com, travelnurin.com, virtualaceh.com dan bahasaaceh.wordpress.com.

Seandainya ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pariwisata Aceh, Insyallah pariwisata Aceh akan lebih cepat maju dan berkembang. Seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah New York dengan mengeluarkan dana sebesar US$20 Million kepada private sector yang bergerak mempromosikan wisata New York tetapi dampaknya pemerintah menerima US$10 Billion dari sektor swasta. Jadi, sesungguhnya tidak ada yang rugi jika kita mau bekerjasama memajukan Aceh dengan niat dan cara yang baik.

Bukankah, aparatur pemerintah kita sering berkunjung ke luar negeri dan bahkan terkadang dalam waktu yang lama. Seharusnya, pemerintah dapat mengambil pengalaman berharga dari negara-negara lain yang sudah sukses dengan industri pariwisatanya.

Cukup sudah kita bicara potensi, potensi dan potensi. Saatnya berbuat nyata untuk memajukan pariwisata Aceh dengan membuka akses ke seluruh dunia melalui internet, merawat dan memelihara objek wisata Aceh dan yang terpenting merangkul, menjalin sinergi dengan sektor swasta yang saat ini terus bergerak memajukan parawisata Aceh.

*  Penulis adalah Konsultan IT di Banda Aceh.

Jadi Dosen di STMIK Ubudiyah, Banda Aceh

STMIK UBUDIYAH-T FARHAN

Banda Aceh – Alhamdulillah, tak terasa berperan sebagai dosen telah memasuki tahun kedua. Baru tau juga ternyata saya terdaftar di Dikti, lumayan…Menjadi tenaga pengajar di STMIK Ubudiyah, salah satu kampus IT di Banda Aceh ini cukup menantang karena mahasiswa/i sebagian besar berasal dari luar daerah dan umumnya masih awam terhadap dunia IT. Selain itu, tantangan lainnya adalah mengenai sistem honor yang diterapkan oleh pihak kampus yang menerapkan sistem pembayaran honor setiap 6 bulan sekali dengan honor Rp.17.500 per sks. Barangkali inilah kenapa putra-putri bangsa kita enggan menyebarkan ilmu di negerinya sendiri karena pertimbangan finansial yang sangat tidak memadai. Perhatian semua pihak dalam dunia pendidikan masih sangat minim, Pemerintah menomorwahidkan Ekonomi, Perusahaan menomorwahidkan Profit. Saya yakin negara-negara maju menomorsatukan pendidikan di atas segalanya. Selama negara belum memusatkan perhatian kepada dunia pendidikan, nyaris mustahil Indonesia bisa naik “grade” menjadi negara maju sejajar dengan Amerika,India,China,Jepang dan negara maju lainnya.

Saya yakin ada hikmah besar di balik perjuangan kecil kita dan jangan lupa, jalankan bisnis sekecil apapun. Jangan pernah takut gagal, karena semakin anda bijak menyikapi kegagalan semakin dekat anda dengan kesuksesan.

Salam sukses untuk guru Indonesia 🙂

ZUDO IT Learning Center – 1st Learning Center in Banda Aceh using Ubuntu

DSC01938Banda Aceh – Alhamdulillah, sejak awal bulan Agustus 2009, salah satu impian saya mendirikan sebuah pusat pembelajaran IT akhirnya terwujud. Namanya ZUDO IT Learning Center yang beralamat di Jalan lingkar kampus no.6 IAIN Ar Raniry, Darussalam-Banda Aceh. Nama Zudo asal kata dari Sudo, suatu kode pemograman di Linux yang apabila user menggunakan kode tersebut maka user dapat memiliki hak akses yang luas. Kemudian nama ZUDO diusulkan oleh Bang Sabri. Trims buat bang Sabri sebagai sebagai salah satu Investor IT Learning Center ini. Trims juga buat Haris dan Monalisa atas kerjasama dan menjadi salah satu investor juga.

Zudo IT Learning Center ini merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa layanan training yang berhubungan dengan IT dan menyediakan pula layanan Internet dengan tarif yang belum pernah ada di Aceh sebelumnya dengan tarif 5000 rupiah pakai internet sepuasnya.

DSC01946

Fasilitas Zudo IT Learning center :

PC : 8 unit (Client)
Monitor : 8 unit LCD 17″ Widescreen Viewsonic
Sistem Operasi : Ubuntu Muslim Edition (SABILY 9.04)
Networking : Internet dengan Wireless Access Point pada setiap Client
Lanjutkan membaca “ZUDO IT Learning Center – 1st Learning Center in Banda Aceh using Ubuntu”

ROKOK DAN INDIVIDUALISME


A student holds a placard during an anti-tobacco awareness campaign on the eve of World No Tobacco Day in Mumbai May 30, 2008. World No Tobacco Day will be observed globally on May 31, 2008. Photo By Reuter-Daylife.com

Oleh : Teuku Farhan Alian, S.Kom

Rokok tidak hanya berdampak kepada kesehatan perokok dan orang-orang disekeliling perokok yang bukan perokok yang terkadang harus “rela” menjadi “perokok” (red.perokok pasif) karena sikap individualis yang dipamerkan sebagian perokok, namun lebih luas lagi, rokok telah merubah pola pikir dan mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang individualis. Tengok saja, ketika anda menggunakan transportasi umum, mengunjungi warung kopi, swalayan dan hampir semua tempat umum tidak luput dari asap rokok yang bergentayangan mencari mangsa.

Ini membuktikan, sikap Individualis atau lebih mementingkan kepuasan pribadi tanpa menghiraukan dampaknya terhadap orang lain telah tertanam di dalam karakter pribadi seorang perokok. Dalam data-data statistik kesehatan, anda akan temukan bahwa mayoritas perokok berasal dari kalangan miskin dan menengah ke bawah, aneh jika ada perokok yang berasal dari kalangan keluarga miskin menuntut kesejahteraan keluarganya sedangkan dirinya menelantarkan ekonomi keluarga dengan menghamburkan uang percuma dengan membeli rokok, tragis.

Lanjutkan membaca “ROKOK DAN INDIVIDUALISME”

Interview by Pakistan Spectator-Candid Blog

interview-farhan-1

Banda Aceh – Saat mulai membuat sebuah blog berita dengan tema Gaza News, sebagai sebuah ungkapan kemarahan atas kebiadaban pembantaian yahudi Israel di Gaza, ternyata cukup mengundang sejumlah pembaca dari berbagai penjuru dunia. Sampai saat ini traffic nya juga lumayan, sekitar 2000-3000 per hari. Sampai akhirnya, sebuah blog candid dari Pakistan tertarik untuk mewawancarai sang pemilik blog. Untuk hasil interview, dapat dilihat di blog Pakistan Spectator. Sebuah pengalaman menarik ketika kita dapat saling berbagi dengan dunia global tanpa batas. Selamat berkarya untuk blogger yang lain. Berikut adalah hasil interviewnya :

Would you please tell us something about you and your site?

I am 26 years old, stay in Darussalam, Banda Aceh-Indonesia, a university-level instructor by profession and as a volunteer for open source community.
Lanjutkan membaca “Interview by Pakistan Spectator-Candid Blog”

Dalael Khairat : Sebuah Warisan

Jum'at, 09 January 2008 - Persembahan Dalael Khairat oleh Kelompok Bijeeh Muda santri TPA Al Fatah Yayasan H. Harun Keuchik Leumik desa Lamseupeung pada saat Acara Perayaan hari asyura di kediaman Aceh Cultural Institute, Banda Aceh
Jum'at, 09 January 2008 - Persembahan Dalael Khairat oleh Kelompok Bijeeh Muda santri TPA Al Fatah Yayasan H. Harun Keuchik Leumik desa Lamseupeung pada saat Acara Perayaan hari asyura di kediaman Aceh Cultural Institute, Banda Aceh

Dalael khairat adalah ibadah yang beasal dari kesufian di Arab yang dilakukan dalam kelompok – kelompok tariqat Islam.
Dalael Khairat artinya adalh ” bukti-bukti kebaikan”. Ia merupakan kumpulan karya-karya sastra berupa naskah-naskah qasidah, syair-syair madah yang awalnya dirangkum oleh Syaid bi Abdullah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli di Arab, sebagi wujud tingginya kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,. Oleh karena itu Dalel Khairat berisi puji-pujian dan doa-doa kepada baginda Rasulullah.

Lanjutkan membaca “Dalael Khairat : Sebuah Warisan”