Sebab Runtuhnya Peradaban Menurut Ibnu Khaldun

khaldun
ilustrasi

“Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan.”

-Ibnu Khaldun

“Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di kalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba”. -Ibnu Khaldun

Lanjutkan membaca “Sebab Runtuhnya Peradaban Menurut Ibnu Khaldun”

Industri Halal dan Kreatif

Kreatif saja tidak cukup. Setiap negara punya identitasnya masing-masing apalagi Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar dan memiliki suku, budaya paling banyak di dunia. Negara ini secara perlahan mulai kehilangan identitas, dengan “diorbitkan”nya artis-artis lokal atau non-Indonesia yang lahir di Indonesia menjadi artis yang go international. Go International dengan menggadaikan budaya ketimuran dan menodai marwah bangsa muslim terbesar dunia. Sesungguhnya inilah puncak kedunguan ketika budaya ketimuran digadaikan demi popularitas semu dan murahan.

Kenapa semu dan murahan? karena yang mereka tampilkan bukanlah akar budaya mereka sendiri, mulai dari cara berpakaian, sikap, kata-kata yang disampaikan, cara mereka menyampaikan pesan menunjukkan betapa ringannya mereka menginjak-nginjak nilai-nilai ketimuran yang luhur. Ini sama saja mengkhianati perjuangan para ulama dan pejuang kemerdekaan yang membela tanah air dengan nyawa tapi dibalas dengan meracuni generasi muda dengan budaya-budaya asing yang negatif dan mereka bangga hidup dengan cara seperti itu. Padahal budaya asing yang mereka tiru itu jauh dari nilai-nilai positif seperti yang ditanamkan oleh nenek moyang kita. Budaya kita jauh lebih beradab dibanding mereka.

Pada masa silam, peradaban Islam jauh lebih maju dibanding peradaban barat. Saat peradaban barat mengajak kaumnya merendahkan anggota tubuhnya sendiri dengan menggunakan pakaian serba minim bahkan sering bahagia tanpa berpakaian, hobi mabuk-mabukan, peradaban Islam mengajak kaumnnya menutup anggota tubuhnya yang terhormat dan melarang mabuk-mabukan.

Saat peradaban barat menganggap pola pikir kreatif tanpa batas sehingga melanggar norma-norma sosial dan tidak beradab itu juga termasuk kreatif bagi mereka, peradaban Islam sejak 14 abad silam mengatur kreatifitas dengan tetap menjaga nilai-nilai positif dan beradab, halal dan benar caranya. Inilah yang saya maksud, Industri halal mesti diiringi dengan industri kreatif, jangan sampai kecolongan lagi, bangsa ini sudah puluhan tahun kecolongan karena tidak menjaga dan percaya diri identitasnya sendiri.

Identitas hanya milik satu kepulauan dan suku tertentu saja, menghalalkan segala cara demi kebahagiaan bangsa lain walau bangsa sendiri menderita. Kreatifitas yang dicapai tanpa cara dan sumber yang halal hanyalah kreatifitas semu yang hanya mewariskan benih-benih generasi muda yang miskin identitas dan kelak menjadi penghancur bangsanya sendiri. Jika bangsa ini sadar dan menjaga identitasnya sendiri maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar karena identitasnya tidak dimiliki oleh bangsa lain dan menjadi model bagi bangsa lain.

Carilah identitas diri, selami sejarah daerah masing-masing, dalami ibadah, kamu akan menemukan harta karun peradaban tak ternilai yang telah diwariskan oleh para leluhur. Jangan khianati mereka, jangan khianati pula panutanmu Rasulullah saw, manusia terbaik sepanjang zaman, yang nafas terakhirnya masih saja memikirkan kita dan sempat berucap…ummatku…ummatku…ummatku…peliharalah shalat dan orang lemah diantaramu, dan jangan pula kita sampai khianati amanah dari Allah swt, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Kreatif, amanah untuk beribadah dan menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi makhluk seisi alam ini.

[Infographic] Dunia Pendidikan Digital

Pendidikan Digital adalah Industri $7 Triliun, dahsyat, jadi jangan pandang remeh dunia pendidikan, lucunya…kesan sebagian orang ketika mendengar kata pendidikan selain simpati adalah sering dikasihani, jadi objek penderita, sampai-sampai produk jahat racun pembunuh massal pun diamini jika terlibat membantu pendidikan seperti beasiswa-beasiswa perusahaan rokok yang nyatanya digunakan untuk menjaga citra produknya untuk terus konsisten merusak kualitas kesehatan generasi muda Indonesia. Kita lihat anggaran pendidikan dimana-mana besar tapi kenapa tidak mampu membuat yang kualitas pendidikan bertambah? mungkin karena 7 Triliun Dollar tadi, pendidikan hanya sekedar dijadikan proyek kepentingan pribadi tak ubahnya proyek fisik. Padahal jika dananya benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas untuk yang dididik tentu bangsa ini akan lebih cepat maju, jadi prestasi pemerintah sekarang bukanlah apa-apa, kalau memang ada prestasi, coba bayangkan jika negeri ini di pimpin oleh orang yang tepat, cepat, berani, sederhana dan tegas maka tentu ratusan kali lipat lebih baik dari kondisi sekarang, inilah akibat uang negara yang tidak berkah, tidak berkah tidak menambah manfaat karena dikorup. Dana besar tapi mubazir.

The State of Digital Education Infographic

Created by Knewton and Column Five Media

Ulama adalah Cahaya

Bila cahaya itu tidak hadir di dunia maya maka dunia maya menjadi dunia yang gelap gulita, jadi jangan heran bila di dunia maya banyak yang gelap jiwanya dengan memanfaatkan untuk hal negatif.

Bagi yang dekat dengan sumber cahaya, bawalah cahaya itu ke dalam dunia maya sebagai bukti cinta.

Santri adalah kelompok yang dekat dengan cahaya, pancarkanlah cahaya itu di dunia maya, itu juga jika engkau benar-benar cinta kepada mereka. Santri itu termasuk istri dan orang-orang yang dekat di hati.

Usia mereka makin senja malah banyak yang sudah tutup usia, jangan sampai engkau menyesal setelah cahaya itu padam di dunia tak sempat engkau pancarkan di dunia maya.

Pancarkan cahaya mereka agar dapat menerangi dunia maya.

Gempa MK

Ibarat gedung mewah yang menjadi tempat berteduh rakyat, gedung mewah ini runtuh seketika setelah di bom oleh kepala pengelola gedung, wibawa MK runtuh sejak ketua MK ditangkap KPK, MK mulai dari nol lagi.

Sudahlah…jangan lagi masalah gaji selalu jadi solusi khususnya presiden yang slalu naikkan gaji pegawai negri, gaji ketua MK itu Rp100 juta perbulan, 4 tahun menjabat total punya duit Rp.4 M seperti pengakuan mantan ketua MK, Mahfud MD. Mau PNS, Swasta, Gaji naik bukan solusi, tapi naikkan karakter diri, kumpulkan prestasi dan bakti, insyaallah apresiasi menanti, jika tidak tampak apresiasi di dunia yang sementara ini, harap dimaklumi, itu karena pemimpinnya hatinya masih mati, doakan semoga hidup kembali, nanti di negri akhirat tempat kembali ada sang Maha Pemberi yang akan mengganti, seupil bakti pun akan diganti, yakinlah dan PD aja lagi . Apa mau gaji 100 juta per bulan tapi kenyataannya tagihan kredit, hutang 99 juta per bulan lalu korupsi dengan menipu diri dan manipulasi, untuk menutupinya? Akar masalah berasal dari diri, kendalikan nafsu diri, buang sifat keji dan mementingkan diri sendiri. Mari berkaca dan perbaiki diri. Mungkin diri lebih keji dibanding orang yang kita maki….

Ditulis pada status Facebook (3/10)

Peka

Beberapa waktu lalu salah seorang teman saya yang juga satu tim dalam lembaga MIT Indonesia memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Juara II Nasional mewakili Aceh. Bagi saya pribadi, prestasi ini lebih dari sekadar juara tapi juga turut mengharumkan nama Aceh yang beberapa waktu lalu tercemar karena memperoleh “prestasi” Juara II provinsi terkorup se Indonesia. Setiba kembali di kampung halaman, tidak ada penyambutan istimewa untuk teman saya ini sejak di bandara sampai dirumah dan semua berjalan normal seperti biasa, ingat juara nasional lho bersaing dengan 33 provinsi lainnya. Saya pun mengapresiasi dan menghadiahkan kawan saya dengan tenaga yang saya mampu, yakni dengan memperkenalkan kepada media agar profilnya diliput dan mengundang diberbagai program yang diselenggarakan oleh MIT Indonesia seperti Program Mengenal IT di TVRI Aceh dan Program Serambi Techno di Serambi FM. Kami membahas topik yang membuat teman saya ini menjadi Juara Nasional. Selain itu teman-teman di komunitas warung kopi juga mengadakan acara syukuran untuk teman saya ini dengan acara yang bertajuk malam apresiasi teman untuk teman, sekaligus acara nonton bareng di TV Nasional siaran acara penyerahan penghargaan itu. Berbagai karangan bunga ucapan selamat pun terpampang di depan warung kopi. Saya perhatikan,ada yang unik sekaligus janggal plus memprihatinkan. Dari nama-nama orang yang mengirim ucapan selamat, pejabat institusi pendidikan tempat teman saya bekerja ini yang paling tinggi jabatannya hanyalah seorang wakil dekan III, tak ada ucapan selamat dari rektor, dari dekan, dari pimpinan tempat teman saya bekerja, dari gubernur, dari walikota atau pun dari camat. Nah, disinilah kurang pekanya para pejabat dan para tokoh publik yang intelek ini tak menghargai sedikitpun prestasi seseorang yang telah mengharumkan nama daerah dan institusinya. Justru yang mengapresiasi dan peka adalah orang-orang yang selama ini dianggap rendah, preman kampung, orang-orang yg sering nongkrong di warung kopi dan para aktivis. Inilah wajah pemimpin kita. Para pemimpin sudah apatis dan tidak peka lagi terhadap prestasi anak bangsa sebaliknya rakyat kecil saling mendukung. Saya khawatir ke depan, gerakan masyarakat akan menyatu melawan sekumpulan elitis yang congkak dan tak tahu diri ini. Gerakan masyarakat yang berasal dari hati nurani yang tulus dan geram terhadap sikap para elitis yang semakin mementingkan diri sendiri. (bersambung)

Transaksi Cepat BCA

Tak sengaja saya menemukan situs baru BCA dengan link baru www.bca.co.id dan melihat ada info kompetisi blog, langsung saja saya ambil kesempatan ikut “Berbagi Cerita bersama BCA” melalui tulisan ini.

Eniwey, saya nasabah BCA juga, tapi nggak ingat lagi sejak kapan saya mulai menggunakan Produk perbankan BCA yakni Tabungan Tahapan BCA, mungkin sekitar tahun 2007. Terus terang, saya banyak terbantu oleh Layanan perbankan dari BCA (bukannya muji ya, tapi realita karena saya sendiri sudah pakai beberapa Bank lain dan transaksi saya terutama transaksi bisnis lebih cepat dan mudah selama di BCA). Salah satu Kemudahan transaksi yang saya rasakan selama menggunakan layanan perbankan BCA adalah transaksinya yang cepat baik via offline maupun online. Saat offline, kasir begitu cepat tanggap dalam melayani dan ramah. Saat Online via mobile dan internet banking aksesnya juga cepat dan jarang error. Inilah secuil pengalaman saya bertransaksi menggunakan BCA.

Layanan perbankan yang dimiliki BCA sesuai dengan kebutuhan saya. Layanannya yang cepat dan jaringan yang luas sangat membantu saya karena saya dapat bertransaksi dimana saja menggunakan handphone dan mengambil uang tunai di jaringan ATM yang tersebar luas, trims BCA sudah pasang ATM di Prada dan SPBU Lamnyong Darussalam, sehingga saya tidak usah jauh-jauh lagi ke Pusat Kota Banda Aceh untuk mencari ATM. Saya yakin dengan Solusi perbankan yang BCA tawarkan sekarang dan tetap menjaga konsistensi pelayanan yang professional, Rencana masa depan saya untuk memiliki perusahaan berskala nasional dan Kebebasan Finansial sebelum usia 40 dapat tercapai. Amin 🙂

Belanda, Negara Anti Banjir dan Internet Cepat

Apa yang terfikir di benak Anda ketika mendengar Belanda? Saya yakin diantara Anda ada yang menjawab, Kincir Angin, Bunga Tulip, Marco Van Basten, Rudd Gullit atau bahkan ada yang menjawab, negara penjajah karena pernah menjajah Batavia dan pulau jawa (saat itu belum ada Indonesia). Tapi tidak bagi Aceh, karena Aceh belum pernah berhasil menjajah Aceh. Bagi saya, Belanda memiliki kesan khusus pertama, karena kakek saya pernah belajar sampai ke Belanda, bahkan kabarnya kakek saya kalau marah pakai bahasa belanda..he..he..padahal kakek saya guru ngaji, pengajar dan mahasiswa pertama IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Dan kedua, seorang teman saya mengaku pernah melihat arwah nenek buyut saya, perempuan Belanda, dia berkata : itu cucu saya (maksudnya saya), nah lho..merinding juga dengarnya 🙂

Tapi diantara yang paling menarik dari Belanda yang memiliki penduduk 16 juta jiwa ini (2010, Sumber : Wikipedia.org) adalah kreatifitasnya dan kemampuannya merealisasikan ide kreatif, salah satu buktinya adalah sistem polder yang berfungsi untuk mencegah banjir dan berhasil.

“Polder adalah sekumpulan dataran rendah yang membentuk kesatuan hidrologis artifisial yang dikelilingi oleh tanggul (dijk/dike). Pada daerah polder, air buangan (air kotor dan air hujan) dikumpulkan di suatu badan air (sungai, situ) lalu dipompakan ke badan air lain pada polder yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya air dipompakan ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut. Tanggul yang mengelilingi polder bisa berupa pemadatan tanah dengan lapisan kedap air, dinding batu, dan bisa juga berupa konstruksi beton dan perkerasan yang canggih. Polder juga bisa diartikan sebagai tanah yang direkalamasi. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, dan juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari muka air laut dan sungai. -Amin Budiarjo, Praktisi Perencanaan dan Pembangunan Perkotaan. (Sumber : Bebasbanjir2025.wordpress.com)

Dari teknologi yang diciptakan dan diterapkan oleh Belanda, dapat kita simpulkan bahwa kita tidak dapat memungkiri kreatifitas Negara yang rawan banjir dan badai ini karena mampu menerapkan sistem penanganan banjir. Bahkan kabarnya tanggul anti banjir yang dibuat lebih panjang dari tembok cina. Ada lagi kesan lain yang berhubungan dengan profesi saya di bidang teknologi informasi, ternyata Belanda adalah salah satu negara 3 besar internet tercepat di dunia versi Akamai pada bulan April 2012 dengan kecepatan rata-rata 8.2 Mbps…wow. (Sumber : Kompas.com). Dengan kecepatan internet yang demikian tentu akan memicu kreatifitas dan kecepatan dalam memperoleh, memproses data dan informasi sehingga waktu menggunakan Internet lebih efesien.

Saya yakin dengan belajar lebih banyak di Belanda tentu dapat mengasah pengetahuan saya khususnya di bidang teknologi informasi dan dapat memberikan kontribusi positif di Aceh. Semoga.

Koleksi Desktop

Karena saya penggemar desktop, halaman ini sengaja dibuat untuk sharing customized desktop yang pernah nongkrong di PC maupun Laptop saya. Kalo ada yang mau tutorialnya boleh request. Diusahakan dibuat tutorial beserta softwarenya sehingga desktop kamu juga bisa seperti ini. Ini dia…

screenshot-seven-ubuntu-farhan

Desktop Specification :
OS : Windows XP SP3
Visual Syle : Ubuntu
Gadgets : Google Desktop, Windows 7 dock, Windows 7 vienna explorer
Wallpaper : Windows 7
=====================================================

Ubuntu Muslim Edition Desktop
Ubuntu Muslim Edition Desktop

Desktop Specification :
OS : Ubuntu Muslim Edition 8.04.1
Visual Syle : Black Glassy
Gadgets : Screenlet
Wallpaper : Batman-The Dark Night
=====================================================

Ubuntu Muslim edition 2nd Style
Ubuntu Muslim edition 2nd Style

Desktop Specification :
OS : Ubuntu Muslim Edition 8.04.1
Visual Syle : Black Glassy
Gadgets : Screenlet
Wallpaper : Sawah-Aceh Utara (100 M dari kediaman Irwandi Yusuf-Gubernur NAD)

====================================================

KDE Desktop Screenshot on Windows XP SP3
KDE Screenshot on Windows XP SP3

Desktop Specification :
OS : Microsoft Windows XP SP3
Visual Syle : Plastick XP (KDE)
Gadgets : Rain Meter, Rainlendar, Windows 7 Clock
Wallpaper : Linux blue

===========================================

gOS 3.0 Gadgets (Customized by Farhan)
gOS 3.0 Gadgets (Customized by Farhan)

Desktop Specification :
OS : gOS 3.0 Gadgets
Visual Syle : Blended Black Green
Gadgets : Google Desktop
Wallpaper : Think gOS

===========================================

2012,Target Baru, Harapan Baru

Biasanya setiap awal tahun saya punya target pribadi khususnya target ibadah dan karir. Tahun 2011 lalu target ibadah saya akan rutin shalat dhuha,‎​​الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي bisa terlaksana walaupun nggak komplit tiap hari. Kemudian target karir saya bukan pada jabatan ataupun pekerjaan tapi penghasilan.Target penghasilan saya 10 juta per bulan, naik 5 juta per bulan pada target 2010. ‎​​الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي pada 2011 tercapai walau saat injury time akhir tahun. Tahun 2012 besok juga merupakan perayaan 11 tahun saya telah berhenti merokok sejak tanggal 1 Januari 2001.

Apa target saya pada 2012? Hmm…ada ide nggak? yang pasti saya ingin bermanfaat kepada lebih banyak orang lagi dibanding tahun 2011