Ngobrol bareng Sales Director Yahoo! Indonesia

Gambar
sumber : mhs.blog.ui.ac.id

Berikut adalah kutipan hasil dialog Bloomberg Newsweek (salah satu media milik walikota new york, michael bloomberg) dengan Roy Arnold Simagungsong, Sales Director Yahoo! Indonesia. Interview ini dilakukan pada akhir tahun 2012, jadi informasinya cukup up to date untuk dikaji walau mas roy kebanyakan masih malu-malu untuk buka-bukaan soal isi dapur yahoo terutama terkait pendapatan dan produk baru,hehe… yuk kita simak.

 

Bersamaan dengan jadwal laporan keuangan kuartal kedua pada awal Juli, Marissa Mayer mulai bekerja di kantor Yahoo!. Ia meninggalkan perusahaan rivalnya, Google, untuk menggantikan Chief Executive Officer Yahoo! lama, Scott Thompson, yang diberhentikan karena pemalsuan gelar pendidikan. Kehadiran Mayer diharapkan dapat membawa angin segar bagi perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, Amerika Serikat, itu mengingat sebelumnya berjalan seperti kehilangan arah. 

Nah, seperti apakah kebijakan Mayer terhadap “kapal pesiar” yang kini dinakhodainya? Mampukah ia membawa perusahaan besutan Jerry Yang dan David Filo pada Maret 1995 tersebut kembali Berjaya seperti awal 2000-an? Bagaimana Yahoo! Indonesia menggenjot pendapatannya? Awal pekan lalu, wartawan Purjono Agus Suhendro bersama fotografer Wienda Purwitasari dari Bloomberg Businessweek Indonesia mendapatkan kesempatan khusus untuk mewawancarai Roy Arnold Simangunsong,Country Ambassador dan Sales Director Yahoo! Indonesia. Berikut ini petikannya:

Bagaimana Anda melihat pasar internet di Indonesia? 

Pasar internet di Indonesia memiliki pertumbuhan yang pesat. Penggunanya semakin banyak. Berdasarkan indeks survei lembaga riset TNT [1] beberapa waktu lalu, internet merupakan media informasi nomor dua setelah televisi. Jadi, sekarang orang mencari informasi itu dengan mengakses internet. Memang pengunjungnya masih didominasi kaum pria, tetapi wanita memiliki pergerakan yang lebih cepat. Secara skala ekonomi pun segmen B dan C tumbuh melejit. Ini membuktikan bahwa orang sudah menggantungkan media informasinya internet. 

Apakah ada perubahan budaya masyarakat dalam mengakses internet? 

Dulu, orang mengakses internet untuk mencari informasi di mesin pencarian. Namun sekarang, mereka ingin mencari informasi langsung di situs-situs tertentu. Mereka sudah tahu informasi apa yang dibutuhkannya. 

Orang Indonesia lebih menyukai informasi apa?

Dari survei TNT [1] diketahui orang Indonesia lebih banyak mencari informasi tentang hiburan dan gaya hidup. Kemudian berita-berita olahraga. Maka dari itu, kami memiliki kanal Yahoo! OMG, Yahoo! She, Yahoo! Sports, dan Yahoo! Travel. Yahoo! OMG menyediakan informasi hiburan dan gaya hidup, Yahoo! She memuat berita tentang wanita, Yahoo! Sports tentang olahraga, dan Yahoo! Travel mengupas soal jalan-jalan. Kanal-kanal tersebut, terutama Yahoo! OMG dan Yahoo! She, cocok untuk orang Indonesia yang menyukai hiburan dan gaya hidup. 

Kalau hanya seperti itu, apa uniknya? Kan, Yahoo! termasuk yang terdepan di bidang teknologi internet. 

Di dalam kanal-kanal tersebut kami menanamkan content optimization relevance engine (CORE). Saat pengunjung melakukan log in dan membuka halaman Yahoo!, misalnya, CORE akan mendeteksi berita-berita apa saja yang mereka buka. Setelah itu, setiap berkunjung ke halaman Yahoo! lagi, seseorang akan disuguhi berita-berita sesuai dengan yang biasa diminatinya. Kalau seseorang menyukai berita politik, halaman Yahoo! yang sedang dibukanya akan menyajikan berita-berita politik. Begitu pula dengan pengguna lainnya yang menyenangi berita olahraga, hiburan, dan lain-lain. 

Apakah itu berati pula bahwa Yahoo! akan fokus ke kanal-kanal konten?

Kami masih tetap mengembangkan semuanya. Kami agresif di kanal konten karena ini bagian dari inovasi pemasaran dan cara untuk mendongkrak pendapatan. Ini berguna bagi pemasang iklan karena bukan hanya mengetahui ke mana saja orang mengakses internet, tapi juga informasi apa yang mereka baca. Hal itu memudahkan pemasang iklan untuk mencari relevansi antara iklan mereka dan konten-konten yang disukai pengunjung. 

Contohnya seperti apa?

Sekarang ini kami memiliki klien besar, di antaranya Unilever, Procter & Gamble, Indofood, Indosat, Telkomsel, Nokia, dan Shell. Mereka senang dengan kanal kami karena lebih tertarget. Iklan produk perawatan wajah keluaran Unilever, misalnya, bisa dipasang di Yahoo! She yang lebih menyasar ke wanita, dan lain-lain. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan style factor atau microblog untuk Nokia yang dikemas dengan menarik tanpa pengunjung merasa dijejali produk secara hard sell. 

Marissa Mayer, karyawan penting Google, kini telah menjadi pengendali utama Yahoo!. Strategi signifikan apa yang dilakukan CEO baru tersebut?

Menurut saya, pemantapan Yahoo! menjadi lebih fokus ke pasar-pasar lokal itu sudah sangat signifikan. Jadi, kami semakin berpikir lokal. 

Mayer berasal dari kompetitor utama Yahoo!, yakni Google. Apa yang ditularkan kepada perusahaan ini dari rivalnya itu?

Saya kira apa yang dilakukan Google sesungguhnya tidak ada yang baru, karena semua perusahaan melakukan hal yang sama. Lagi pula, masing-masing memiliki cara sendiri-sendiri dalam menerapkan budaya perusahaan. Makan siang gratis seperti yang dilakukan Yahoo! sekarang ini, misalnya, itu kan tidak hanya dilakukan Google, tetapi Microsoft, Zappos, dan lain-lain juga melakukannya. Memberi makan siang gratis kepada para karyawan itu merupakan konsentrasi perusahaan-perusahaan AS. Hanya, kadang kala kalau Google sering dibesar-besarkan. 

Secara citra merek, Yahoo! terkesan semakin meredup dan ketinggalan dengan yang lain. Menurut Anda?

Itu menurut siapa? Hahaha… Saya senang kalau ditanya seperti itu. Sebab,e-mail Yahoo! masih nomor satu sampai saat ini. Hampir semua orang mempunyai e-mail Yahoo!.

Berapa pengguna e-mail Yahoo!?

Saya harus cek angkanya. Tapi, kalau saya survei sekilas, seperti di sebuah acara yang melibatkan 200 orang, hanya lima yang tak memiliki e-mail Yahoo!. Memang kecenderungannya setiap orang mempunyai banyak e-mail. Saya juga pakai gmail, tapi sejak bergabung dengan Yahoo! sudah tidak lagi. Hahaha…

Kalau sekadar punya mungkin saja, tapi belum tentu digunakannya. 

Kalau itu tidak perlu disurvei, kami bisa tahu para pengguna aktif e-mailYahoo! itu sedikit, tidak mungkin perusahaan mau memasang iklan di layanan tersebut. Buktinya, cukup banyak iklannya.

Media sosial begitu marak. Kenapa Yahoo! yang memiliki mailing list(yahoogroups) justru tidak dikembangkan menjadi lebih menarik?

Tidak dikembangkan menjadi lebih menarik saja orang tetap menggunakannya. Hahaha… Itu hanya guyonan. Persoalannya bukan tampilan, tapi kebebasan menyampaikan suatu hal. Kami juga memiliki Flikr, inovasi untuk kelompok penyuka fotografi. 

Terkait dengan kebijakan untuk pasar Indonesia. Apa yang akan dikembangkan selanjutnya?

Saya rasa kebijakan apa pun yang penting positif. Saya tidak bisa mendikte pasar harus begini, harus begitu. Itulah alasan kami menggandeng mitra lokal dalam mengembangkan kanal konten. Arah pengembangan bisnis Yahoo! di seluruh dunia pun akan difokuskan ke pasar lokal masing-masing Negara. Yahoo! She, contohnya, mungkin di AS dan Indonesia ada, di negara lain belum tentu ada. 

Ada yang khas Indonesia? 

Dalam waktu dekat kami akan mengembangkan kanal konten yang masih terkait dengan berita hiburan dan gaya hidup. Ini amat disukai orang Indonesia. Soal detailnya masih rahasia. Hahaha…

Apakah masih terkait Yahoo! OMG?

Ya, tunggu saja, sebentar lagi akan diluncurkan. 

Berapa pendapatan iklan Yahoo! Indonesia tahun lalu dan targetnya tahun ini?

Yang pasti pertumbuhannya cukup drastis. 

Masuknya Google secara resmi ke Indonesia sejak Maret apakah memengaruhi pendapatan Yahoo!?

Kami justru senang karena kami tidak mengedukasi pasar sendirian. 

Kesulitan apa yang Anda alami selama memimpin Yahoo! Indonesia? 

Saya tidak melihat dari sisi kesulitannya, tapi jumlah pengguna internet di negeri ini sedang tumbuh pesat dan itu tantangan menarik. Tantangan itulah yang harus saya jawab bersama tim Yahoo! di sini satu per satu. 

Gambar dan sumber wawancara Bloomberg Newsweek
[1] Koreksi: Studi yang disebutkan di artikel adalah Yahoo! TNS Index bukan TNT.
 
sumber : http://id.careers.yahoo.com/lifeatyahoo/content/1187/lang/en

Cara membuat widget Google Translate

Sebenarnya tulisan ini pernah saya muat, tapi saya ingin menulis kembali karena saya rasa tulisan ini bermanfaat. Setelah salah seorang blogger asal Spanyol meminta bantuan kepada saya untuk membantunya membuatkan widget google translate untuk ditampilkan di blog-nya. Berikut link html untuk menampilkan widget Google Translate. Caranya tinggal copy paste link html berikut ke widget blog wordpress anda tapi alamat blognya diganti dengan alamat blog anda. Selamat mencoba dan semoga membantu 🙂


<a href="http://translate.google.com/translate?hl=id&amp;langpair=id|en&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/" title="English"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/google-translate-e1289654443636.gif&quot; border="0" alt="Image and video hosting by WordPress"></a></a>

<a href="http://translate.google.com/translate?
hl=id&amp;langpair=id|en&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/english-language.jpg"></a&gt;

<a href="http://translate.google.com/translate?
hl=id&amp;langpair=id|zh-CN&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/chinese-language.jpg"></a&gt;

<a href="http://translate.google.com/translate?
hl=id&amp;langpair=id|ja&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="http://samudro.files.wordpress.com/2009/07/japanese-language.jpg"></a&gt;

<a href="http://translate.google.com/translate?
hl=id&amp;langpair=id|de&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/germany-language.jpg"></a&gt;

<a href="http://translate.google.com/translate?
hl=id&amp;langpair=id|fr&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/france-language.jpg"></a&gt;

<a href="http://translate.google.com/translate?hl=id&amp;sl=id&amp;tl=es&amp;u=https://teukufarhan.wordpress.com/"><img src="https://teukufarhan.files.wordpress.com/2010/11/flag-of-spain-e1289585751598.png"></a&gt;


Bagi yang memiliki self hosting, Widget Google Translate bisa diperoleh disini

Cara Setting SEO Joomla

Secara default, link pada halaman website berbasis Joomla belum search engine friendly atau sulit dikenal oleh search engine seperti google, yahoo, bing, dll. Ini disebabkan secara default link pada halaman website tidak mencantumkan nama  halaman. Contoh : secara default link halaman website pada menu about us adalah “www.namawebsite.com/index.php?option=com_content&view=article&id=19” setelah dilakukan setting link tersebut menjadi “ http://www.namawebsite.com/about-us.html.

Ok. Begini cara settingnya :

  1. Ubah file htaccess.txt yang berada di dalam folder public_html
  2. Rename menjadi .htaccess
  3. Buka halaman admin website anda
  4. Klik menu SITE – GLOBAL CONFIGURATION
  5. SEO SETTING – Centang semua pilihan pada posisi YES

–          Search Engine Friendly URL’s

–          Use Apache mod_rewrite

–          Add suffix to URL’s

6. Selesai

7. Silahkan coba dengan cara klik salah satu menu halaman pada website dan perhatikan alamat link-nya.

Semoga membantu 🙂

Anyway, saat ini menjadi tren di dalam dunia internet, karena posisi website yang berada di halaman pertama search engine apalagi bisa rangking satu akan mempengaruhi traffic pengunjung website. Traffic adalah salah satu tujuan utama web master. Di luar negri bahkan ada jasa khusus SEO dan biayanya tinggi lho dibandingkan project pembuatan website itu sendiri. Ini membuktikan di dunia website kita telah masuk ke dalam era konten bukan lagi di era framework apalagi software open source semakin berkualitas tinggi dan menjadi rujukan standar kelas dunia. Mau tau berapa biaya jasa SEO, mulai dari Rp. 4 – 13 juta per bulan. wow…ini salah satu paket SEO di perusahaan web consultant ternama di India –http://www.india-designers.net-, belum di tempat lain yang jasanya bisa bernilai puluhan juta per bulan.

Pengembangan Website Perguruan Tinggi Standar Webometrics

Webometrics merupakan salah satu rujukan untuk melihat ranking universitas di seluruh dunia. Webometrics memiliki kriteria tertentu dalam menilai sebuah universitas layak menjadi yang terbaik, salah satu penilaiannya adalah dari sisi konten website tersebut dan hasil indeks pada mesin pencari. Tentu ini menarik untuk diulas karena menjadi no.1 di webometric merupakan prestasi yang membanggakan.

Penilaian yang dilakukan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan website sebagai media publikasi, bukan untuk meranking institusi itu sendiri.

Website tidak hanya dapat memfasilitasi kegiatan pendidikan secara formal namun juga komunikasi informal dalam kegiatan pendidikan.

Ranking juga tidak hanya difokuskan pada hasil penelitian namun indikator lain yang mungkin dapat mencerminkan lebih baik kualitas global kegiatan pendidikan dan penelitian di seluruh dunia.

Indikator Penilaian yang dilakukan Webometrics meliputi:

1. Size(S), Jumlah page yang dapat diambil oleh empat mesin pencari yaitu Google, Yahoo, Live Search dan exalead. Bobot penilaian 20%.
2. Visibility(V), Banyaknya situs yang menyediakan link ke situs Institusi, yang terkandung di Yahoo, Live Search dan Exalead. Bobot penilaian 50%.
3. Rich Files(R), Format file yang dipilih.
4. Scholar(Sc), Mengacu pada data Google Scholar. Bobot penilaian 15%. Menurut Beni, Scholar ini dilakukan apabila user atau para peneliti di institusi itu mampu berkomunikasi atau berhubungan dengan publisher-publisher dunia sehingga Google Scholar dengan algoritmanya mampu mereview hasil karya para peneliti tersebut melalui publisher-publisher terkenal itu.

-Beni Rio Hermanto, MBA dari ITB Webmaster Team.

Perkembangan Website Institusi Akademik.
Menurut Arief, untuk membangun website Perguruan Tinggi harus mempunyai feel untuk kebutuhan institusi agar situs tidak menjadi arca atau pajangan saja, jadi institusi harus memikirkan tentang anggaran dan team yang mempunyai komitmen.

Website Perguruan Tinggi seharusnya:

* Mempunyai keunikan/differensiasi.
* Aksesibilitas/visibilitas, jadikan akses ke situs web bebas hambatan dan harus terpelihara.
* Portabilitas/Mobilitas, harus compatibilitas dengan berbagai browser seperti firefox, IE, safari, mobile phone, opera, chrome. Harus browser friendly dan gadget friendly.
* Situs utama dengan situs di fakultas dan unit harus seragam agar penanganannya mudah, kalau administrator webnya resign bisa ditangani dengan mudah.
* Representasi Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
* Sebaiknya situs fakultas/prodi di rangking secara lokal oleh institusi itu sendiri.
* Situs pebelajaran dan E-learning.
* Perpustakaan dan Digital Library dengan Rich Files yang terbuka.

-Arief Bahtiar, ST., MT. Kepala Comlabs USDI ITB

Berikut daftar ranking Webometric untuk perguruan tinggi di Indonesia : http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Semoga dengan ada wawasan tersebut dapat membantu rekan-rekan yang berkecimpung di dunia pendidikan menata website kampusnya dengan lebih baik. Selamat berjuang 🙂

source

How to Install Google Gadget & Wbar on Linux Ubuntu


Ingin pasang Google Gadget di Linux Ubuntu anda?
Saya coba install aplikasi Google Gadget di Notebook saya >>> Lenovo Thinkpad R51 dengan OS Linux Ubuntu 9.10 Karmic Koala <<< Berikut langkah-langkahnya :

  • Jalankan Terminal – Ketik :

    sudo apt-get install google-gadgets-gtk wbar

  • Untuk menjalankan google gadget autostart, ikuti langkah berikut : System>Preferences>Startup Application
    +ADD :
    Name : Google Gadgets
    Command : /usr/bin/ggl-gtk

    Comment : Kosongkan saja
  • Klik SAVE
  • Lanjutkan membaca “How to Install Google Gadget & Wbar on Linux Ubuntu”

    Survey Google :”Indonesia Salah Satu Negara Yang Memiliki Distro Linux Terbesar Di Dunia”

    Jum’at, 22 Agustus 2008 – 14:44 wib
    Muhammad Candrataruna – Okezone

    JAKARTA – Berdasarkan data Google Insights, diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki distro Linux terbesar di dunia. Lanjutkan membaca “Survey Google :”Indonesia Salah Satu Negara Yang Memiliki Distro Linux Terbesar Di Dunia””