Daftar Blog, Media Sosial Tokoh Indonesia

TeukuFarhan.com – Dalam berbagai kesempatan di berbagai forum yang didalamnya ada tokoh-tokoh masyarakat yang saya kagumi, saya selalu membiasakan diri untuk berkomentar dan memberikan saran agar tokoh-tokoh masyarakat ini tidak hanya aktif di dunia nyata tapi aktif juga di dunia maya.

Kenapa dunia maya, karena sebagian besar generasi yang melanjutkan nasib bangsa adalah pemuda dan pemuda merupakan warga terbanyak dalam komunitas dunia maya atau internet. Apa yang terjadi jika pemuda tidak memiliki teladan dan hanya bergantung kepada sesamanya jika punya masalah.

Seharusnya tokoh masyarakat atau siapapun yang memiliki pengaruh di lingkungan sekitarnya juga hadir di dunia maya, apalagi dengan zaman yang semakin cepat ini, waktu semakin sempit sehingga waktu yang tersedia untuk bertatap muka semakin sulit maka terhubung dengan komunitas pengguna di dunia maya adalah solusi untuk dapat berinteraksi jangan hanya sekedar tempal tempel baliho dengan foto wajah sebesar gajah saja. Saya menyebutnya Keterbukaan Interaksi Publik.

Saya pernah tulis terkait peran pemimpin negri di media sosial, tulisan ini saya buat beberapa minggu sebelum pak bambang merilis akun twitter resminya, bisa dibaca disini. Kita jangan terjebak dengan hal-hal formal yang sebagian justru memperburuk keadaan tapi lakukanlah terobosan-terobosan baru dalam bersosial.

Dengan hadirnya tokoh masyarakat di internet maka publik terasa makin dekat dengan para tokoh ini, siapa lagi yang bisa menjadi panutan selain tokoh-tokoh masyarakat ini, jangan sampai di internet ini orang yang menjadi tokoh panutan, tempat mereka mengadu dan bertanya itu adalah tokoh-tokohan yang justru menjerumuskan pemuda ke dalam jurang kebodohan dan mengakibatkan nasib bangsa di masa mendatang semakin rusak.

Web pribadi ini penting untuk mengkonfirmasi akun media sosial resmi seseorang, berbeda dengan orang yang hanya memiliki akun media sosial tanpa blog/web pribadi karena untuk mengkonfirmasi akun asli media sosial mereka, kita mesti cek ricek langsung ke akunnya atau bertanya kepada orang lain yg bisa dipercaya.

Jadi blog pribadi sebenarnya wajib bagi setiap pengguna Internet apalagi yang sudah dianggap tokoh oleh masyarakat, selain sebagai sumber berita dan informasi lengkap mengenai mereka juga sebagai sumber akun media sosial asli mereka, karena biasanya akun media sosial punya tokoh ini banyak yang dipalsukan.

Berikut ini saya merangkum alamat website dan media sosial tokoh-tokoh masyarakat menurut saya pribadi, saya anggap tokoh yang bisa dijadikan panutan bagi pemuda baik itu tokoh di tingkat nasional dan lokal (sebenarnya tokoh nasional itu relatif sih…banyak tokoh lokal yang jauh kapasitasnya diatas tokoh nasional yang jarang diliput media,biasanya dianggap tokoh nasional karena sering muncul di tv,koran, padahal pusat televisi indonesia itu ada di jakarta, jadi biar ga capek ke daerah dipilihlah narasumber dari pusat pemerintahan, coba kalau pusat pemerintahan indonesia ada di Kalimantan atau Aceh tentu akan berbeda…hehe…).

Sebenarnya banyak tokoh masyarakat yang aktif di internet, tapi daftar yang saya rilis disini terbatas hanya bagi tokoh masyarakat yang punya website dan akun twitter saja biar simpel soalnya ga sempat survei mendalam, jika ada akun resmi lain silahkan tambah. Selain tokoh masyarakat, juga ada sebagian alamat web dan media sosial pemuda Indonesia yang aktif dalam berbagai komunitas masyarakat yang positif dan produktif. Mohon maaf ya kalau gelarnya ga disebut, silahkan kunjungi saja websitenya jika ingin tahu gelar mereka. Alamat web dan akun media sosial sudah saya uji tautannya. Silahkan tambah jika ada yang belum saya sebut. Semoga bermanfaat.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Meninggalkan Buku dan Blog Pribadi” <—maksa dikit…harap maklum 🙂

Muhammad Jusuf Kalla | Web : www.jusufkalla.info | Twitter : @Pak_JK

Susilo Bambang Yudhoyono | Web : www.presidenri.go.id <—punya negara,blum punya web pribadi 🙂 | Twitter : @SBYudhoyono

Jimly Ash Shiddiqie | Web : www.jimly.com  | Twitter : @JimlyAs

Anies Baswedan | Web : www.aniesbaswedan.com | Twitter : @AniesBaswedan

Mahfud MD | Web : www.mahfudmd.com | Twitter : @MohMahfudMD

Yusril Ihza Mahendra | Web : http://yusril.ihzamahendra.com | Twitter : @Yusrilihza_Mhd

Yusuf Mansur | Web : www.yusufmansur.com | Twitter : @Yusuf_Mansur

Mawardi Hasan | Web : www.mawardihasan.com (Bukan walikota Banda Aceh ya, tapi guru dan sahabat saya, presiden Acehnet.org dan utusan mewakili kerajaan Aceh yg diundang saat pertemuan raja-raja nusantara di Bandung, acara ini diselenggarakan oleh Raja Samu-Samu ) | Twitter : Anti Twitter beliau…hehe… Fb aja ya : facebook.com/mawardibinhasan

Syamsul Rijal | Web : www.syamsulrijal.com (Bukan rektor Universitas Syiah Kuala ya..hehe..tp salah satu guru dan sahabat saya juga, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry, Ketua BKM Masjid Syuhada) | Twitter : @SyamsulRijal7

Nazaruddin Musa | Web : www.nazaruddin.com beliau sobat saya, pustakawan teladan nasional asal Aceh | Twitter : @NazarMusmar

itu aja sementara yang ingat….siapa lagi ya….ntar update lagi ah…mau jemput anak dan shalat jumat dulu

[Infographic] Dunia Pendidikan Digital

Pendidikan Digital adalah Industri $7 Triliun, dahsyat, jadi jangan pandang remeh dunia pendidikan, lucunya…kesan sebagian orang ketika mendengar kata pendidikan selain simpati adalah sering dikasihani, jadi objek penderita, sampai-sampai produk jahat racun pembunuh massal pun diamini jika terlibat membantu pendidikan seperti beasiswa-beasiswa perusahaan rokok yang nyatanya digunakan untuk menjaga citra produknya untuk terus konsisten merusak kualitas kesehatan generasi muda Indonesia. Kita lihat anggaran pendidikan dimana-mana besar tapi kenapa tidak mampu membuat yang kualitas pendidikan bertambah? mungkin karena 7 Triliun Dollar tadi, pendidikan hanya sekedar dijadikan proyek kepentingan pribadi tak ubahnya proyek fisik. Padahal jika dananya benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas untuk yang dididik tentu bangsa ini akan lebih cepat maju, jadi prestasi pemerintah sekarang bukanlah apa-apa, kalau memang ada prestasi, coba bayangkan jika negeri ini di pimpin oleh orang yang tepat, cepat, berani, sederhana dan tegas maka tentu ratusan kali lipat lebih baik dari kondisi sekarang, inilah akibat uang negara yang tidak berkah, tidak berkah tidak menambah manfaat karena dikorup. Dana besar tapi mubazir.

The State of Digital Education Infographic

Created by Knewton and Column Five Media

Tanda Kehancuran Negeri

Jika kami ingin menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang HIDUP MEWAH di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka berbuat KEDURHAKAAN di negeri itu. Maka sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami HANCURKAN NEGERI itu sehancur-hancurnya”. (QS.Al-Israa’:16) | Kehancuran negeri semakin parah, apalagi bila BANYAK ORANG TAK MAU menunjukkan kePEDULIan. Tak mau peduli bisa berarti SENGAJA MEMBIARKAN, seperti dibiarkannya orang-orang bejat terpilih untuk menduduki posisi-posisi penting di negeri ini. Dan membiarkannya bukan berarti aman dari dosa. Setiap diri kita punya kewajiban untuk mencegahnya, seperti dengan tangan,lidah dan hati. Sekurang-kurangnya punya suara dan waktu untuk BERSATU-PADU MENGHENTIKAN PERILAKU PARA PERUSAK, sebelum turun azab besar.

Sumber : Kolom Tafakkur Harian Serambi Indonesia oleh Jarjani Usman, Hal.8, Tgl.5/10.

Peka

Beberapa waktu lalu salah seorang teman saya yang juga satu tim dalam lembaga MIT Indonesia memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Juara II Nasional mewakili Aceh. Bagi saya pribadi, prestasi ini lebih dari sekadar juara tapi juga turut mengharumkan nama Aceh yang beberapa waktu lalu tercemar karena memperoleh “prestasi” Juara II provinsi terkorup se Indonesia. Setiba kembali di kampung halaman, tidak ada penyambutan istimewa untuk teman saya ini sejak di bandara sampai dirumah dan semua berjalan normal seperti biasa, ingat juara nasional lho bersaing dengan 33 provinsi lainnya. Saya pun mengapresiasi dan menghadiahkan kawan saya dengan tenaga yang saya mampu, yakni dengan memperkenalkan kepada media agar profilnya diliput dan mengundang diberbagai program yang diselenggarakan oleh MIT Indonesia seperti Program Mengenal IT di TVRI Aceh dan Program Serambi Techno di Serambi FM. Kami membahas topik yang membuat teman saya ini menjadi Juara Nasional. Selain itu teman-teman di komunitas warung kopi juga mengadakan acara syukuran untuk teman saya ini dengan acara yang bertajuk malam apresiasi teman untuk teman, sekaligus acara nonton bareng di TV Nasional siaran acara penyerahan penghargaan itu. Berbagai karangan bunga ucapan selamat pun terpampang di depan warung kopi. Saya perhatikan,ada yang unik sekaligus janggal plus memprihatinkan. Dari nama-nama orang yang mengirim ucapan selamat, pejabat institusi pendidikan tempat teman saya bekerja ini yang paling tinggi jabatannya hanyalah seorang wakil dekan III, tak ada ucapan selamat dari rektor, dari dekan, dari pimpinan tempat teman saya bekerja, dari gubernur, dari walikota atau pun dari camat. Nah, disinilah kurang pekanya para pejabat dan para tokoh publik yang intelek ini tak menghargai sedikitpun prestasi seseorang yang telah mengharumkan nama daerah dan institusinya. Justru yang mengapresiasi dan peka adalah orang-orang yang selama ini dianggap rendah, preman kampung, orang-orang yg sering nongkrong di warung kopi dan para aktivis. Inilah wajah pemimpin kita. Para pemimpin sudah apatis dan tidak peka lagi terhadap prestasi anak bangsa sebaliknya rakyat kecil saling mendukung. Saya khawatir ke depan, gerakan masyarakat akan menyatu melawan sekumpulan elitis yang congkak dan tak tahu diri ini. Gerakan masyarakat yang berasal dari hati nurani yang tulus dan geram terhadap sikap para elitis yang semakin mementingkan diri sendiri. (bersambung)

PNS Tidak Cocok Untuk …

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir 😉

Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua 😉 Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.

Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini 😉 Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.

Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:

1.Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk 😉 ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda 😦

2.Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.

3.Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan).
Lanjutkan membaca “PNS Tidak Cocok Untuk …”

Survey Google :”Indonesia Salah Satu Negara Yang Memiliki Distro Linux Terbesar Di Dunia”

Jum’at, 22 Agustus 2008 – 14:44 wib
Muhammad Candrataruna – Okezone

JAKARTA – Berdasarkan data Google Insights, diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki distro Linux terbesar di dunia. Lanjutkan membaca “Survey Google :”Indonesia Salah Satu Negara Yang Memiliki Distro Linux Terbesar Di Dunia””

Di Indonesia, Sehari 1.174 Orang Mati karena Rokok

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan korbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok. Sedangkan di Indonesia sendiri menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

“Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk social pressure yang kuat mempersulitr terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, Senin (5/5) di Fakultas Kedokteran UGM.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. Meski kampanye anti rokok terus digencarkan namun jumlah perokok setiap tahun kian bertambah. Diungkapkan Yayi, hasil penelitian yang dilakukan pada remaja perokok di Jogjakarta terjadi peningkatan yang signifikan. Penelitian tahun 1995 jumlah perokok pemula pada laki-laki hanya sekitar 45 persen. Sedang penelitian tahun 2000 meningkat menjadi 60 persen.

“Untuk tahun ini baru akan kami lakukan,” paparnya.

Lebih memprihatinkan lagi, kata Yayi, kecenderungan merokok di kalangan remaja perempuan di Jogjakarta juga menunjukkan peningkatan yang besar. Yakni, dari 5 persen pada tahun 1995 lalu meningkat menjadi 15 persen pada tahun 2000.

“Mungkin karena saat ini merokok untuk kalangan wanita sudah tidak menjadi hal yang tabu,” urainya.

Yayi menambahkan, peningkatan jumlah perokok di kalangan remaja ini salah satunya disebabkan gencarnya promosi perusahaan rokok di berbagai media. Seperti baliho, pamflet dan iklan di media cetak maupun televisi.

“Dan ini justru menjadi tambang untuk meningkatkan devisa maupun pendapat asli daerah (PAD),” terangnya.

Selain itu, program corporate social responsibilty (CSR) yang dilaksanakan oleh pabrik rokok merupakan strategi lain untuk meningkatkan jumlah perokok.

“Seperti program peduli sosial atau beasiswa pendidikan. Program ini bukan untuk menjual langsung tapi sebagai image building,” imbuhnya.

Menurut pakar perilaku dan promosi kesehatan UGM ini, fakta-fakta mengenai rokok ini menurutnya belum disikapi cepat pemerintah. Bahkan, pemerintah justru menjadikan perusahaan rokok menjadi target pengembangan perekonomian di Indonesia. Akibat perusahaan rokok ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar pada APBN dan APBD. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Source : http://himakom.ugm.ac.id/main/2008/mati-karena-rokok/