[Infographic] Dunia Pendidikan Digital

Pendidikan Digital adalah Industri $7 Triliun, dahsyat, jadi jangan pandang remeh dunia pendidikan, lucunya…kesan sebagian orang ketika mendengar kata pendidikan selain simpati adalah sering dikasihani, jadi objek penderita, sampai-sampai produk jahat racun pembunuh massal pun diamini jika terlibat membantu pendidikan seperti beasiswa-beasiswa perusahaan rokok yang nyatanya digunakan untuk menjaga citra produknya untuk terus konsisten merusak kualitas kesehatan generasi muda Indonesia. Kita lihat anggaran pendidikan dimana-mana besar tapi kenapa tidak mampu membuat yang kualitas pendidikan bertambah? mungkin karena 7 Triliun Dollar tadi, pendidikan hanya sekedar dijadikan proyek kepentingan pribadi tak ubahnya proyek fisik. Padahal jika dananya benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas untuk yang dididik tentu bangsa ini akan lebih cepat maju, jadi prestasi pemerintah sekarang bukanlah apa-apa, kalau memang ada prestasi, coba bayangkan jika negeri ini di pimpin oleh orang yang tepat, cepat, berani, sederhana dan tegas maka tentu ratusan kali lipat lebih baik dari kondisi sekarang, inilah akibat uang negara yang tidak berkah, tidak berkah tidak menambah manfaat karena dikorup. Dana besar tapi mubazir.

The State of Digital Education Infographic

Created by Knewton and Column Five Media

12 Maret 2009 : Refleksi 27 Tahun

Kamis, 12 Maret 2009, seorang pemuda asal Aceh tepat berusia 27 tahun. Namanya Teuku Farhan Alian. Dia ingin sedikit berbagi kepada dunia mengenai pengalaman pada tahun terakhir yang pernah ia jalani, tahun 2008, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi semua orang khususnya bagi dirinya sendiri. Tahun tersebut Insyaallah (dengan izin Allah swt) adalah tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Mulai dari prestasi keluarga,karya dan karir. Seingatnya, pada tahun tersebut beberapa target telah berhasil dia lewati.

Keluarga

Alhamdulillah (Puji Syukur kepada Allah swt) tahun ini, dia dikarunia anak kedua, seorang putri hasil kolaborasi Aceh-Sunda, seorang putri cantik dan diberi nama oleh Abuchiknya (Adik Ipar Ibunya) dengan nama Cut Raudhatul Jannah, nama itu hasil penyempurnaan dari nama sebelumnya yakni Cut Nyak Raudhah. Pada tahun ini pula, genap 2 tahun usia pernikahannya. Dan tahun ini juga, target pulang kampung halaman istrinya, Bandung tercapai sudah.

Lanjutkan membaca “12 Maret 2009 : Refleksi 27 Tahun”

ROKOK DAN INDIVIDUALISME


A student holds a placard during an anti-tobacco awareness campaign on the eve of World No Tobacco Day in Mumbai May 30, 2008. World No Tobacco Day will be observed globally on May 31, 2008. Photo By Reuter-Daylife.com

Oleh : Teuku Farhan Alian, S.Kom

Rokok tidak hanya berdampak kepada kesehatan perokok dan orang-orang disekeliling perokok yang bukan perokok yang terkadang harus “rela” menjadi “perokok” (red.perokok pasif) karena sikap individualis yang dipamerkan sebagian perokok, namun lebih luas lagi, rokok telah merubah pola pikir dan mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang individualis. Tengok saja, ketika anda menggunakan transportasi umum, mengunjungi warung kopi, swalayan dan hampir semua tempat umum tidak luput dari asap rokok yang bergentayangan mencari mangsa.

Ini membuktikan, sikap Individualis atau lebih mementingkan kepuasan pribadi tanpa menghiraukan dampaknya terhadap orang lain telah tertanam di dalam karakter pribadi seorang perokok. Dalam data-data statistik kesehatan, anda akan temukan bahwa mayoritas perokok berasal dari kalangan miskin dan menengah ke bawah, aneh jika ada perokok yang berasal dari kalangan keluarga miskin menuntut kesejahteraan keluarganya sedangkan dirinya menelantarkan ekonomi keluarga dengan menghamburkan uang percuma dengan membeli rokok, tragis.

Lanjutkan membaca “ROKOK DAN INDIVIDUALISME”

Presiden dan DPR digugat gara-gara asap rokok

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali digugat secara perdata di PN Jakarta Pusat, karena dinilai gagal melindungi warganya dari dampak dan bahaya asap rokok.

Empat organisasi kemasyarakatan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok, dan Koalisi untuk Indonesia Sehat, mendaftarkan gu-gatan terhadap Presiden SBY dan Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin.

“Kami menuntut Presiden dan DPR untuk menandatangani dan meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Kerangka Konvensi Penanggulangan Dampak Tembakau,” ujar Tulus Abadi, anggota YLKI, kemarin.

Presiden SBY, kata Tulus, digugat karena tidak menandatangani, meratifikasi, dan mengakses FCTC, kendati sebenarnya Indonesia merupakan salah satu negara yang terlibat secara aktif dari awal pembentukan produk pertama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pemerintah mengadopsi penuh substansi FCTC, tetapi tidak menandatangani dan meratifikasi FCTC. Itu suatu pengingkaran terhadap organisasi internasional.”

Dia menambahkan DPR digugat karena tidak mengajukan dan membahas draf UU tentang Pengendalian Dampak Tembakau, padahal RUU tersebut telah didukung dan ditandatangani 41,7% atau 256 anggota DPR.

Tubagus Haryo Karbyanto dari FAKTA menyebutkan regulasi yang dilakukan daerah a.l. Perda DKI Jakarta No. 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Pergub DKI Jakarta No. 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok, masih bersifat parsial.

Dia menambahkan pengaturan dan peraturan mengenai rokok yang dilakukan secara parsial tidak akan berdampak, sehingga yang harus diatur adalah multilini a.l. pengaturan iklan, harga jual rokok, dan bea cukai.

Masyarakat miskin

Berdasarkan survei yang dilakukan FAKTA, sekitar 12% masyarakat miskin membelanjakan pendapatannya untuk rokok. Bahkan dua pertiga penerima BLT membelanjakan uang lebih besar dari yang diterimanya untuk rokok. Survei terbaru FAKTA menunjukkan 61% anak jalanan di sepanjang jalur kereta api Jakarta-Bogor merupakan perokok aktif.

Sekadar informasi, cukai rokok di Indonesia adalah 37% dari harga ritel. Pada 2007, nilainya diperkirakan mencapai Rp42 trilun. Akan tetapi, cukai rokok di Indonesia masih tergolong yang paling rendah di dunia, setelah Laos yang nilainya 20%. Untuk negara Asean, rata-rata cukai rokok berkisar 60%.

Selama ini, pemerintah selalu berdalih kenaikan cukai rokok akan mematikan industri rokok dalam negeri, sementara kalangan LSM berpendapat kenaikan cukai rokok justru akan mendatangkan dampak positif lebih besar a.l. pendapatan negara dari sektor pajak akan meningkat dan harga rokok yang tinggi tidak akan mematikan industri tersebut. (Gajah Kusumo) (elvani@bisnis.co.id)
Oleh Elvani Harifaningsih-Bisnis Indonesia

http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/hukum-bisnis/1id64567.html

Di Indonesia, Sehari 1.174 Orang Mati karena Rokok

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan korbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok. Sedangkan di Indonesia sendiri menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

“Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk social pressure yang kuat mempersulitr terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, Senin (5/5) di Fakultas Kedokteran UGM.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. Meski kampanye anti rokok terus digencarkan namun jumlah perokok setiap tahun kian bertambah. Diungkapkan Yayi, hasil penelitian yang dilakukan pada remaja perokok di Jogjakarta terjadi peningkatan yang signifikan. Penelitian tahun 1995 jumlah perokok pemula pada laki-laki hanya sekitar 45 persen. Sedang penelitian tahun 2000 meningkat menjadi 60 persen.

“Untuk tahun ini baru akan kami lakukan,” paparnya.

Lebih memprihatinkan lagi, kata Yayi, kecenderungan merokok di kalangan remaja perempuan di Jogjakarta juga menunjukkan peningkatan yang besar. Yakni, dari 5 persen pada tahun 1995 lalu meningkat menjadi 15 persen pada tahun 2000.

“Mungkin karena saat ini merokok untuk kalangan wanita sudah tidak menjadi hal yang tabu,” urainya.

Yayi menambahkan, peningkatan jumlah perokok di kalangan remaja ini salah satunya disebabkan gencarnya promosi perusahaan rokok di berbagai media. Seperti baliho, pamflet dan iklan di media cetak maupun televisi.

“Dan ini justru menjadi tambang untuk meningkatkan devisa maupun pendapat asli daerah (PAD),” terangnya.

Selain itu, program corporate social responsibilty (CSR) yang dilaksanakan oleh pabrik rokok merupakan strategi lain untuk meningkatkan jumlah perokok.

“Seperti program peduli sosial atau beasiswa pendidikan. Program ini bukan untuk menjual langsung tapi sebagai image building,” imbuhnya.

Menurut pakar perilaku dan promosi kesehatan UGM ini, fakta-fakta mengenai rokok ini menurutnya belum disikapi cepat pemerintah. Bahkan, pemerintah justru menjadikan perusahaan rokok menjadi target pengembangan perekonomian di Indonesia. Akibat perusahaan rokok ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar pada APBN dan APBD. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Source : http://himakom.ugm.ac.id/main/2008/mati-karena-rokok/

MITOS-MITOS ROKOK!

Bahaya Rokok (dan Nikotin di dalamnya)

KEBENARAN TENTANG NIKOTIN

p160.jpg

Ketagihan Rokok Berbahaya !

Tahukah anda bahwa :

– Ketagihan nikotin dalam rokok sama ketagihannya dengan heroin atau kokain.

– Lebih muda anda mulai mengisap rokok ,maka lebih kuat rasa ketagihan anda untuk merokok.

– Kebanyakan pemakai narkoba dan peminum alkohol bermula dari perokok.

Bagaimana perokok menjadi ketagihan?

Nikotin merupakan racun yang bertindak langsung ke otak,merusak pemikiran dan tubuh. Apabila anda merokok , anda akan tergantung kepada nikotin . Tanpa rokok ,anda mengalami gejala-gejala yang kurang enak misalnya anda mungkin :

– Merasa cepat marah, hampa atau geram.

– Cemas atau gelisah.

– Stres dalam bekerja.

Kelegaan yang anda nikmati dari setiap batang rokok hanyalah sementara dan gejala-gejala tersebut akan kembali semula. Anda kemudian akan menyalakan sebatang lagi rokok dan tidak lama kemudian , anda menjadi ketagihan kepada nikotin.

Secara perlahan nikotin akan mengakibatkan perubahan pada sel-sel otak perokok yang menyebabkan anda merasa perlu merokok lebih banyak untuk mengatasi gejala-gejala ketagihan.

SANGAT MUDAH UNTUK KETAGIHAN

Perokok boleh menjadi ketagihan dengan cepat karena :

– Nikotin meresap ke dalam tubuh dengan mudah.

– Tidak seperti racun lain , rokok mudah didapat sehingga mudah untuk dikonsumsi.

Nikotin dalam asap rokok hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik saja untuk sampai ke otak . Mereka yang menganggap menghisap rokok dengan tidak menyalakannya adalah aman, salah besar. Karena nikotin juga dapat meresap melalui mulut, hidung dan kulit.

KEBIASAAN YANG MENGUNDANG MAUT

Ingat – rokok tidak hanya mengandung nikotin. Setiap hembusan asap juga mengandung 4.000 bahan kimia beracun yang menyebabkan penyakit serius. Itulah sebabnya mengapa ketagihan nikotin mengakibatkan lebih banyak kematian dan penyakit daripada ketagihan racun yang lain.

JANGAN TERPEDAYA

Ada rokok yang dikatakan lebih aman karena mengandung kadar nikotin yang rendah. Hal ini tidak benar ,karena rokok jenis ini sama bahayanya dengan rokok lainnya. Jadi serendah apapun kadar nikotin dalam rokok adalah berbahaya.

BEBASKAN DIRI ANDA

Jauhkan diri dari rokok – jangan sekali-kali mencobanya sebagai suatu kebanggaan. Ia hanya memerlukan bberapa batang rokok untuk menjadi ketagihan.

Jika anda telah menjadi seorang perokok, jangan berputus asa. Ketagihan nikotin bisa diobati tetapi seperti racun lain ,anda perlu waktu dan usaha untuk mencapai keberhasilan. Banyak perokok berputus asa apabila mencoba berhenti merokok karena mereka belum siap untuk menghadapi gejala-gejala ketagihan . Siapkan diri anda secara fisik dan mental dan dapatkan dukungan keluarga serta teman-teman anda.

JANGAN TERJEBAK MITOS ROKOK

Merokok itu keren dan modern

1. Yang benar adalah merokok membuat gigi kuning, kulit keriput, mata merah dan nafas bau. Apakah ini tandanya keren dan modern ?.

Kamu enggak ingin ketinggalan zaman sebab sekarang semua orang merokok

2. Yang benar adalah hanya satu diantara lima siswa SMU adalah perokok, tetaplah pada pendirianmu, beranikah untuk mengatakan “tidak”. Mereka akan mengagumimu “PD” kamu dan kamu pastinya bangga juga.

Kamu masih muda bisa berhenti kapan saja kamu mau

3. Yang benar adalah . Sekali kamu mencoba merokok, sulit untuk berhenti karena nikotin adalah zat aditif. Kenyataannya adalah sebagian besar perokok berat, mulai merokok pada usia remaja dan mereka sulit untuk berhenti.

Merokok membuat kamu seksi

4. Pernah dengar ? Mencium perokok seperti mencium asbakini sih keterlaluan. Tapi iya juga! Belum lagi rambut dan baju kamu berbau seperti cerobong asap.

Merokok menjadi badan langsing

5. Kalau ini benar , kamu nggak pernah melihat orang gemuk merokok dong! Buktinya, perokok bisa gemuk atau kurus.

Merokok bukan masalah dan tidak akan mematikan

6. Yang benar adalah, walaupun dibutuhkan waktu 10 – 20 tahun , tetap terbukti rokok mengakibatkan 80% terjadinya kanker paru dan 50% terjadinya serangan jantung , disamping berbagai kanker lainnya , impotensi, gangguan kesuburan dan lain-lain. Bahkan aktor cowboy Marlboropun mati karena kanker paru.

Kalau sedikit tidak apa-apa

7. Yang benar adalah : Berapa isapan saja sudah meningkatkan denyut jantung ,tekanan darah , kekurangan oksigen, nafas tersengal-sengal, batuk, mual, sakit kepala 43% dari orang yang merokok 3 batang saja sehari, sudah dapat menimbulkan ketagihan dan meningkatkan resiko serangan jantung 2-3 kali dibandingkan yang tidak merokok.

Kalau kamu kuat dan mandiri , tidak seorangpun bisa mengatur kamu untuk tidak merokok

8. Yang benar adalah : Kebebasan dan kedewasaan berarti bisa memutuskan sendiri apa yang baik bagi diri sendiri berdasarkan logika dan nalar yang benar , Tidak harus ikut-ikutan.Merokok pasti tidak jelek, buktinya diiklankan secara luas dimana-mana

9. Apa kamu nggak sadar bahwa tanpa keuntungan yang aduhai, iklan rokok akan rela menginvestasikan modalnya buat prosi bermilyar-milyar ? Dari mana untungnya ? Ya dari ketagihan kamu itu !.

Masa iya iklan rokok akan berbohong

10. Sekarang begini saja, Beli permen yang bisa diecerpun ada tulisan daftar kandungan isi dibungkusnya. Apalagi rokok yang komoditasnya mendunia . Apa kamu pernah lihat daftar kandungan bahan berbahaya di bungkus atau iklan rokok ?

Irwan Mujiono / Ahli K3 Umum.

Sumber : Training & Health Education Department Ministry of Health Singapore.

SPONSORS >>>
Klik Disini